Politik
Andi Iwan Aras Desak Penyelesaian LRT City, Jangan Biarkan Kepercayaan Publik Runtuh
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyoroti mangkraknya sejumlah proyek apartemen LRT City yang mengakibatkan keterlambatan serah terima unit kepada ribuan konsumen. Ia menegaskan PT Adhi Karya Commuter Properti Tbk (ADCP) harus bertanggung jawab dan segera memberikan kepastian penyelesaian kepada para pembeli.
“ADCP harus bertanggung jawab kepada konsumen. Harus ada titik terang bagi masyarakat yang telah membeli unit LRT City,” kata Iwan, Kamis (30/7/2026).
Sebagaimana diketahui, lebih dari 2.400 konsumen proyek apartemen LRT City belum menerima unit yang dijanjikan meski telah menunggu hingga tujuh tahun. Sebagian diantaranya masih harus membayar cicilan kepada bank, sementara pembangunan di sejumlah proyek belum menunjukkan kemajuan, bahkan ada lokasi yang belum dibangun sama sekali.
Kondisi tersebut membuat banyak konsumen menuntut pengembalian dana (refund). Namun, proses itu juga terkendala karena kondisi keuangan ADCP, anak usaha PT Adhi Karya (Persero), yang tengah mengalami tekanan.
Iwan menilai persoalan tersebut tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap proyek yang dikembangkan BUMN.
“Kalau hunian yang dibangun anak perusahaan BUMN saja mangkrak, ini bisa merusak kepercayaan masyarakat kepada negara. Apa bedanya dengan proyek-proyek swasta yang mangkrak,” ujarnya.
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan negara harus hadir memberikan perlindungan kepada konsumen. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang turun langsung bersama para pemangku kepentingan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Menurut Iwan, penyelesaian masalah harus diawali dengan penyusunan basis data tunggal seluruh konsumen LRT City. Ia mendorong Kementerian PKP membuka proses registrasi dan verifikasi yang memuat identitas pembeli, proyek dan nomor unit, isi serta waktu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), nilai transaksi, jumlah pembayaran, sumber pembiayaan, hingga jadwal serah terima sesuai perjanjian.
Selain itu, data juga perlu mencatat pilihan masing-masing konsumen, apakah melanjutkan pembelian unit, berpindah ke proyek lain, atau meminta pengembalian dana.
“Setiap penyelesaian harus disesuaikan dengan persoalan di masing-masing proyek,” tegasnya.
Ia mencontohkan proyek LRT City Tebet dan Ciracas yang telah mencapai tahap struktur bangunan tentu memerlukan skema penyelesaian berbeda dengan proyek LRT City Cibubur yang belum memiliki pembangunan fisik.
Karena itu, Iwan meminta Kementerian PKP melibatkan penilai teknis independen untuk menghitung tingkat penyelesaian proyek, kebutuhan biaya, estimasi waktu konstruksi yang realistis, hingga kemungkinan penyelesaian melalui mekanisme refund apabila proyek benar-benar tidak dapat dilanjutkan.
Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah diharapkan memimpin penyusunan dokumen penyelesaian yang mengikat antara pengembang dan konsumen sehingga tercapai solusi yang adil bagi seluruh pihak, terutama konsumen yang telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar.
Ia juga meminta Kementerian PKP menetapkan mekanisme pelaporan berkala bagi pengembang yang melakukan penjualan sebelum serah terima unit. Laporan tersebut harus memuat perkembangan fisik proyek, penggunaan dana konsumen, serta kondisi keuangan perusahaan.
Lebih lanjut, Iwan menyatakan apabila pengembang tetap tidak menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan kewajibannya kepada konsumen, ia mendukung usulan Menteri PKP untuk melakukan audit investigatif terhadap ADCP.
Respons Kekeringan, Dyah Firrizqi Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih
Tinjau Yonif TP 337/Sutajaya di Cirebon, Menhan Sjafrie Tegaskan Peran Strategis Yonif TP dalam Sishankamrata
Menhan Sjafrie Tinjau Marshalling Area Yonif TP 331/Sanca Manggala: Kemampuan Menembak, Bela Diri dan Patroli adalah Kewajiban Prajurit
Andre Rosiade Kirim Alat Berat Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok
Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Prancis untuk Indonesia
Rahayu Saraswati Dorong Regulasi Adaptif Era Digital dan Berpihak pada UMKM
Bambang Haryo: Pengangkutan Kendaraan Listrik di Laut Harus Punya Mitigasi Risiko yang Jelas
Andi Iwan Aras Minta Mitigasi Krisis Air Makassar Diperkuat Hadapi El Nino
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

