Politik
Naik Jadi Desa Wisata Mandiri, Rahayu Saraswati Minta Insentif Jangan Dicabut
Published
2 jam agoon
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, meminta pemerintah memperjelas skema insentif bagi desa wisata yang berhasil meningkatkan status dari maju menjadi mandiri. Menurutnya, status mandiri tidak seharusnya berarti berakhirnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan pariwisata desa.
Hal tersebut disampaikan Rahayu usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan itu, pengelola desa wisata menyampaikan sejumlah masukan, termasuk belum jelasnya insentif pada setiap jenjang perkembangan.
“Rupanya tadi ada masukan dari Pokdarwis yang mengelola Desa Wisata Nglanggeran, ini sepertinya belum ada insentif yang jelas untuk desa wisata yang mau naik dari maju ke mandiri,” kata Rahayu.
Menurut Rahayu, kejelasan insentif penting untuk menjaga motivasi desa wisata dalam meningkatkan kualitas dan mengembangkan potensi ekonomi. Desa yang berhasil mencapai status mandiri, kata dia, semestinya tetap mendapat stimulus untuk terus berkembang.
“Tadi itu masukan yang bagus, harapannya tentunya harus ada insentif yang jelas. Nah, itu tugas dari Kementerian Pariwisata untuk di pemerintah pusat,” ujarnya.
Rahayu memastikan masukan tersebut akan ditindaklanjuti Komisi VII DPR RI melalui pembahasan bersama Kementerian Pariwisata, termasuk dalam konteks tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan.
“Tadi saya sampaikan, kami di Komisi VII harus melakukan tindak lanjut untuk kita bicarakan pada saat rapat kerja dengan Menteri Pariwisata, khususnya berkaitan dengan desa wisata dan bagaimana nanti tindak lanjut dari Undang-Undang Kepariwisataan,” ujar Srikandi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran Sugeng Handoko menjelaskan, desa wisata memiliki empat tingkatan, yakni rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. Menurutnya, sebagian desa wisata maju masih ragu naik menjadi mandiri karena khawatir kehilangan dukungan pemerintah.
Karena itu, Sugeng mendorong pemerintah memberikan kepastian insentif pada setiap jenjang. Ia juga menyampaikan kebutuhan penguatan infrastruktur, salah satunya penerangan jalan di sejumlah kawasan wisata Nglanggeran yang masih belum memadai.
Usai Hadiri KTT BRICS, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Presiden Prabowo Dorong BRICS Ubah Tantangan Menjadi Peluang Ekonomi
Presiden Prabowo: Suara Global South Harus Didengar dalam Menentukan Masa Depan Dunia
Dari Pengimpor Jadi Pengekspor, Presiden Prabowo: Indonesia Siap Berkontribusi bagi Ketahanan Pangan Dunia
Simbol Kerja Sama Berkelanjutan, Presiden Prabowo dan Pemimpin BRICS Tanam Pohon
Husni: Efisiensi Penerbangan Kunci Jaga Biaya Haji Tetap Terjangkau
Wardatul Asriah Soroti Promosi BIH untuk Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Naik Jadi Desa Wisata Mandiri, Rahayu Saraswati Minta Insentif Jangan Dicabut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

