Politik
Andi Iwan Aras Soroti Tekanan Sistemik Jalur Rel, Dorong Percepatan Double Track
Published
5 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menilai kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur mencerminkan adanya tekanan sistemik pada jalur rel di wilayah perkotaan. Karena itu, ia menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh, termasuk percepatan pemisahan jalur operasional kereta.
“Insiden di Bekasi Timur menunjukkan bahwa jalur rel dengan kepadatan tinggi menghadapi tekanan sistemik yang menuntut evaluasi mendalam terhadap sistem keselamatan mulai dari perencanaan, pemantauan, hingga respons dalam kondisi gangguan berantai,” ujar Iwan Aras, Rabu (29/4/2026).
Diketahui, tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo bermula saat sebuah KRL tertemper taksi listrik yang mogok di perlintasan sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Saat proses evakuasi berlangsung, KRL yang berhenti di jalur aktif kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo.
Benturan keras menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo merangsek ke gerbong terakhir KRL yang dipenuhi penumpang. Peristiwa ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Atas kejadian tersebut, Iwan menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan pentingnya menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta, khususnya bagi penumpang.
Menurutnya, keselamatan perkeretaapian tidak cukup hanya bergantung pada disiplin operasional harian, tetapi harus dilihat sebagai kemampuan sistem dalam mendeteksi, mengisolasi, dan memutus risiko sejak awal gangguan terjadi. Ia juga menyoroti persoalan perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi titik rawan.
“Perlintasan sebidang harus segera dibenahi. Persoalan seperti ini masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
Iwan pun menyambut komitmen Presiden Prabowo Subianto yang akan menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
“Langkah tersebut merupakan terobosan penting, terutama untuk wilayah padat yang membutuhkan pembangunan flyover atau underpass,” jelasnya.
Legislator Gerindra itu menambahkan, penghapusan perlintasan sebidang di koridor padat harus dipercepat. Dengan frekuensi kereta yang tinggi, durasi penutupan perlintasan semakin lama dan berpotensi menimbulkan antrean kendaraan serta meningkatkan risiko pelanggaran.
“Pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti underpass dan overpass harus menjadi prioritas berbasis risiko,” ucapnya.
Selain itu, Iwan mendorong percepatan program pemisahan jalur operasional kereta. Menurutnya, KRL dan kereta antar kota memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan jalur yang terpisah.
“Pemisahan jalur operasional harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta–Cikarang tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” ungkapnya.
Dalam jangka menengah, konsep ini perlu diperluas seiring pengembangan layanan KRL ke wilayah yang lebih luas. Selama pemisahan jalur belum sepenuhnya terwujud, ia menekankan pentingnya pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta dengan margin keselamatan yang memadai.
“Konsekuensinya, kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta perlu disesuaikan,” pungkasnya.
You may like
Sudiyono Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bojonegoro
Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Perkuat Transportasi Terpadu Jakarta
Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Presiden Prabowo: Bukti Pusat dan Daerah Bisa Gotong Royong
Di Tengah Peresmian LRT, Presiden Prabowo Sampaikan Duka untuk Korban KM Virgo
Naik LRT Bareng Presiden Prabowo, Warga Rasakan Transportasi Publik yang Nyaman
Presiden Prabowo Subianto Jajal LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, PP PIRA Salurkan Bantuan Air Bersih di Sejumlah Daerah
Fraksi Gerindra Gelar FGD RUU Sisdiknas, Serap Masukan Akademisi dan Praktisi Pendidikan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

