Nasional
Anwar Ibrahim Puji Para Tokoh Ranah Minang
Kabarpolitik.com – Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim bertandang ke Ranah Minang sejak Sabtu (27/10) malam. Selain bersilaturrahmi dengan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Anwar juga mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam kuliah umum yang dihadiri ribuan mahasiswa di Universitas Negeri Padang (UNP).
Dalam paparannya, Anwar mengaku mendapat kesan positif saat berada di Ranah Minang. Mantan oposisi Malaysia ini juga memuji tokoh-tokoh Minang yang telah mendidiknya dengan berbagai pemikiran tokoh-tokoh tersebut.
“Saya sudah jelajah puluhan kali Indonesia dan kebetulan tertinggal di Ranah Minang ini. Tapi, meski baru sehari, pengalaman di Minang ini amat mengesan dan menyenangkan,” kata Anwar saat memberikan kuliah umum di UNP, Minggu (28/10).
Politisi yang baru beberapa bulan bebas dari penjara Malaysia itu mengatakan, jika ia sempat memikirkan tentang apa betul yang membuat Ranah Minang bisa melahirkan tokoh-tokoh pejuang hebat. Mulai dari sastrawan, budayawan dan berbagai tokoh politik.
“Apa yang istimewa di Minang ini? Apakah yang menyebabkan Ranah Minang melahirkan tokoh-tokoh besar? Muhammad Yamin. Dari berbagai orientasi politik, Muhammad Natsir, Sutan Syahrir, Sastrawan uluk Abdul Muis salah asuhan, ulama besar dunia Melayu bukan saja di Indonesia di Malaysia dan dikagumi di dunia, Buya Hamka,” kata Anwar.
Anwar berharap mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum itu menanyai tentang bagaimana dan apa kekuatan yang ada di Ranah Minang. Kendati begitu, ia juga tidak menafikan ada beberapa wilayah di Indonesia seperti Jawa, Makassar, Kalimantan, begitupun Malaysia yang juga melahirkan tokoh-tokoh.
“Bagi anak-anak (mahasiswa), satu persoalan yang harus ditanya adalah bagaimana dan apa kekuatan yang ada di Ranah Minang. Tetapi tidak sering berlaku dunia mutakhir ini satu rantau (Minang) yang melahirkan begitu banyak tokoh-tokoh silam,” ujarnya.
Anwar meyakini seluruh mahasiswa kenal dengan para tokoh-tokoh besar asal Minang tersebut. Dia mengajak mahasiswa dapat mengikuti jejak para tokoh Minang yang dianggapnya sangat memberikannya pendedahan dan mendidiknya.
“Tidak cukup untuk sekadar membakar menjadi abu tetapi harus menyemarakkan semula. Semangat dan ilmu mereka (tokoh). Saya percaya anak-anak ini bukan hanya kenal dengan tokoh-tokoh ini,” katanya.
Anwar mengatakan, tidak terlepas sedikitpun dalam tata kelola pemerintahan, dasar ekonomi, perjuangan politik, penulisan novel, dalam karya besar tafsir tokoh Minang Buya Hamka yang mendasarinya adalah keyakinan dan soal nilai etika dan akhlak. Dia mengajak mahasiswa dapat membaca dengan memahami isi pemikiran hebat tokoh tersebut.
“Kebetulan hari ini (red_) Sumpah Pemuda, saya anak Melayu dari Pulau Pinang tak lepas mengagumi semangat dan daya juang yang mempunyai wawasan anak-anak muda di Padang dan di Ranah Minang yang dapat memikirkan perubahan,” katanya. (rcc/JPC)
rn
source


