Politik
Azis Subekti Dorong Reformasi Polri yang Transparan dan Berkeadilan
Published
9 bulan agoon
Anggota DPR RI, Azis Subekti, menyatakan bahwa upaya reformasi terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada pembenahan sistem penanganan perkara yang lebih terbuka dan akuntabel. Pembenahan tersebut mencakup kejelasan alur proses hukum, batas waktu penanganan perkara, serta akses informasi yang memadai bagi pelapor dan korban.
Menurut Azis, publik kerap mempertanyakan mengapa ada kasus tertentu yang ditangani dengan sangat cepat, sementara kasus lainnya berjalan lambat atau bahkan mengendap tanpa kejelasan. Situasi ini, kata dia, bukan semata persoalan persepsi, melainkan indikasi bahwa standar dan prosedur penanganan perkara belum sepenuhnya transparan dan konsisten.
“Negara tidak boleh ragu untuk membenahi institusi penegak hukumnya sendiri,” ujar Azis di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap keadilan dan kepastian hukum, Azis menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Reformasi Kepolisian Republik Indonesia sebagai langkah awal yang penting. Tim tersebut diharapkan dapat memastikan kewenangan besar yang dimiliki Polri dijalankan secara profesional, terukur, dan berpihak pada rasa keadilan masyarakat.
Legislator Gerindra itu menegaskan bahwa Polri merupakan wajah negara yang paling sering berinteraksi langsung dengan warga, mulai dari razia lalu lintas, pengamanan kegiatan publik, hingga penanganan perkara pidana. Pengalaman masyarakat dalam berhadapan dengan aparat kepolisian, menurutnya, sangat menentukan apakah negara benar-benar hadir sebagai pelindung atau justru dipersepsikan sebaliknya.
“Karena itu, reformasi Polri tidak bisa dipandang sebagai isu internal institusi semata, melainkan sebagai agenda publik yang dampaknya langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa setiap kali muncul kasus yang mencoreng institusi kepolisian, respons yang dominan sering kali berhenti pada penindakan individu. Meski langkah tersebut penting, Azis menilai hal itu tidak pernah cukup jika tidak disertai pembenahan sistem.
Menurutnya, munculnya kasus serupa secara berulang menunjukkan bahwa tanpa reformasi menyeluruh, pelanggaran akan terus terjadi dengan pola yang sama. Reformasi sejati harus menyentuh akar persoalan, mulai dari tata kelola kewenangan, proses pengambilan keputusan, hingga mekanisme koreksi saat terjadi penyimpangan.
“Penguatan pengawasan tidak boleh dipahami sebagai upaya melemahkan institusi. Justru sebaliknya, pengawasan yang kuat dan kredibel akan melindungi mayoritas anggota Polri yang bekerja dengan integritas,” tegas Azis.
You may like
Menhan Sjafrie Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang II 2026
Gerindra Pati Kompak Bergerak, Bolone Danang dan Sobat Yeti Turun Bersihkan Sungai Bulumanis Lor
Martin Tumbelaka Dorong Pengawasan Internal APH Diperkuat, Pelanggaran Jangan Tunggu Viral
Jaga Rasa Keadilan, Dasco Setujui Komisi XIII DPR Cek Langsung Lapas Cibinong
Salah Sita Bisa Picu Kerugian, Martin Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Bob Hasan: Satu Data Indonesia Harus Terintegrasi, tapi Jangan Buka Celah Data Jebol
Titiek Soeharto Dorong Sapi Lokal Jadi Kekuatan Utama Swasembada Susu
Temuan Ombudsman dan Imipas Berbeda, Sugiat Santoso Minta Lapas Cibinong Diusut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

