Politik
Azis Subekti Tegaskan Bank Tanah Jangan Jadi Lembaga Pasif, Harus Produktif dan Transparan
Published
3 bulan agoon
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menyoroti pentingnya pembenahan struktur kelembagaan dan transparansi kerja Badan Bank Tanah. Menurutnya, keberadaan Badan Bank Tanah merupakan bagian dari janji politik pemerintah sejak Pilpres 2019 untuk mengatasi ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia.
Namun demikian, ia menegaskan cita-cita reforma agraria tidak boleh berhenti sebatas slogan politik, melainkan harus diwujudkan melalui kerja profesional dan sistem kelembagaan yang kuat.
“Badan Bank Tanah ini kalau saya lihat dari sejarah merupakan bagian dari janji politik pada Pilpres 2019 yang dieksekusi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. Janji politik itu mulia karena terkait bagaimana negara ini mengakhiri ketimpangan tanah, antara pihak yang menguasai ratusan hektare dengan masyarakat yang sampai meninggal tidak punya tanah sama sekali,” ujar Aziz dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Eselon I Kementerian ATR/BPN dan Kepala Badan Bank Tanah di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Aziz menilai ketimpangan penguasaan lahan masih menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, Badan Bank Tanah harus hadir sebagai instrumen negara yang mampu menghadirkan keadilan agraria secara konkret.
Ia kemudian mengingatkan filosofi dasar pembentukan Bank Tanah. Menurutnya, lembaga tersebut tidak boleh hanya menunggu limpahan lahan dari Kementerian ATR/BPN, tetapi harus aktif dan produktif dalam mengelola aset tanah negara.
“Namanya juga bank. Kalau bank tidak berbisnis maka akan bangkrut. Jadi kalau hanya diam dan menunggu limpahan dari ATR, itu bukan bank namanya,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Meski begitu, Aziz menekankan tanah yang dikelola Bank Tanah seharusnya tidak diperjualbelikan. Menurutnya, lahan tersebut harus dimanfaatkan secara produktif dalam periode tertentu sebelum dikembalikan untuk dimanfaatkan pihak lain demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Aziz juga mengkritik struktur organisasi Bank Tanah yang dinilainya belum ideal untuk menjalankan tanggung jawab besar reforma agraria. Ia menyebut struktur yang ada saat ini terlihat mewah namun belum aplikatif dalam pelaksanaan di lapangan.
“Mana mungkin dengan tanggung jawab yang begitu besar tetapi strukturnya seperti sekarang. Strukturnya mewah tapi tidak aplikatif,” katanya.
Ia pun meminta Komisi II DPR RI memperkuat fungsi pengawasan terhadap Badan Bank Tanah, termasuk memanggil komite guna memperjelas arah kebijakan reforma agraria agar tidak dijalankan secara main-main.
Selain itu, Aziz juga mendorong keterbukaan data terkait persoalan agraria di seluruh provinsi. Menurutnya, data tersebut tidak boleh menjadi informasi tertutup karena masyarakat membutuhkan transparansi untuk memahami persoalan dan solusi yang tengah disiapkan pemerintah.
“Tolong jangan jadi data tertutup, harus dibuka. Tidak ada solusi kalau data persoalan agraria justru tidak transparan,” ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Aziz turut menyinggung persoalan sengketa lahan di kawasan Ungasan yang menurutnya perlu dijelaskan secara terbuka agar publik memahami duduk persoalan yang sebenarnya.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari: Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan II 5,29 Persen, Tidak hanya Solid, tapi Juga Berkualitas
Karhutla Kian Meluas, Rina Sa’adah Minta Pemerintah Gerak Cepat
18 Koalisi Buruh Temui Cak Imin, Bawa Draft UU Perlindungan Ketenagakerjaan
1 Juta Sarjana Nganggur, Zainul Munasichin Minta Pemerintah Serius Atasi Pengangguran
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, Oleh Soleh: Perketat Pengawasan Jalur Laut
Hadiri Pelantikan PCNU Tangsel 2026-2031, Wali Kota Benyamin Davnie Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Kemenimipas Salurkan Bansos Sembako kepada 81 Peserta Pemeriksaan Katarak
Berkolaborasi PMI, RSCM, dan RS Dharmais, Kemenimipas Gelar Donor Darah
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

