Politik
Azis Subekti Tegaskan Bank Tanah Jangan Jadi Lembaga Pasif, Harus Produktif dan Transparan
Published
4 bulan agoon
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menyoroti pentingnya pembenahan struktur kelembagaan dan transparansi kerja Badan Bank Tanah. Menurutnya, keberadaan Badan Bank Tanah merupakan bagian dari janji politik pemerintah sejak Pilpres 2019 untuk mengatasi ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia.
Namun demikian, ia menegaskan cita-cita reforma agraria tidak boleh berhenti sebatas slogan politik, melainkan harus diwujudkan melalui kerja profesional dan sistem kelembagaan yang kuat.
“Badan Bank Tanah ini kalau saya lihat dari sejarah merupakan bagian dari janji politik pada Pilpres 2019 yang dieksekusi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. Janji politik itu mulia karena terkait bagaimana negara ini mengakhiri ketimpangan tanah, antara pihak yang menguasai ratusan hektare dengan masyarakat yang sampai meninggal tidak punya tanah sama sekali,” ujar Aziz dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Eselon I Kementerian ATR/BPN dan Kepala Badan Bank Tanah di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Aziz menilai ketimpangan penguasaan lahan masih menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, Badan Bank Tanah harus hadir sebagai instrumen negara yang mampu menghadirkan keadilan agraria secara konkret.
Ia kemudian mengingatkan filosofi dasar pembentukan Bank Tanah. Menurutnya, lembaga tersebut tidak boleh hanya menunggu limpahan lahan dari Kementerian ATR/BPN, tetapi harus aktif dan produktif dalam mengelola aset tanah negara.
“Namanya juga bank. Kalau bank tidak berbisnis maka akan bangkrut. Jadi kalau hanya diam dan menunggu limpahan dari ATR, itu bukan bank namanya,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Meski begitu, Aziz menekankan tanah yang dikelola Bank Tanah seharusnya tidak diperjualbelikan. Menurutnya, lahan tersebut harus dimanfaatkan secara produktif dalam periode tertentu sebelum dikembalikan untuk dimanfaatkan pihak lain demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Aziz juga mengkritik struktur organisasi Bank Tanah yang dinilainya belum ideal untuk menjalankan tanggung jawab besar reforma agraria. Ia menyebut struktur yang ada saat ini terlihat mewah namun belum aplikatif dalam pelaksanaan di lapangan.
“Mana mungkin dengan tanggung jawab yang begitu besar tetapi strukturnya seperti sekarang. Strukturnya mewah tapi tidak aplikatif,” katanya.
Ia pun meminta Komisi II DPR RI memperkuat fungsi pengawasan terhadap Badan Bank Tanah, termasuk memanggil komite guna memperjelas arah kebijakan reforma agraria agar tidak dijalankan secara main-main.
Selain itu, Aziz juga mendorong keterbukaan data terkait persoalan agraria di seluruh provinsi. Menurutnya, data tersebut tidak boleh menjadi informasi tertutup karena masyarakat membutuhkan transparansi untuk memahami persoalan dan solusi yang tengah disiapkan pemerintah.
“Tolong jangan jadi data tertutup, harus dibuka. Tidak ada solusi kalau data persoalan agraria justru tidak transparan,” ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Aziz turut menyinggung persoalan sengketa lahan di kawasan Ungasan yang menurutnya perlu dijelaskan secara terbuka agar publik memahami duduk persoalan yang sebenarnya.
Lanjutkan Kunker ke Majalengka, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 338/Talaga Manggung: Dorong Penguatan Sishankamrata dan Ekonomi Daerah
Seminar Kesehatan XTR 2026 Perkuat Peran Pemuda dan Wanita dalam Membangun Ketahanan Masyarakat
DPC Gerindra Pessel Bergerak Bantu Korban Galodo di Kabupaten Solok
Abdul Wachid Tampung Aspirasi Pesantren DIY, Soroti Kesejahteraan Guru hingga Digitalisasi
Andi Iwan Aras Dorong Penguatan Anggaran Basarnas untuk Kejar Golden Time
Novita Wijayanti Kawal Percepatan SPAM Rawalo untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Banyumas
Azis Subekti: Lahan Pertanian Jangan Terus Dikorbankan untuk Pembangunan
Menhan Tinjau Yonif TP 339/Jaya Perkasa: Tegaskan Dua Fungsi Utama Satuan dan Penguatan Sishankamrata
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

