Politik
Baleg DPR Tinjau Ulang Prolegnas, Bob Hasan: Prioritas Legislasi Harus Lebih Terarah
Published
9 bulan agoon
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menegaskan perlunya penyesuaian daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) guna memastikan pembentukan undang-undang berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan nasional. Sejak 27 November 2025, perkembangan posisi Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2025 dinilai signifikan sehingga perlu segera ditata ulang agar pembahasan RUU lebih terarah.
Dalam laporannya, Bob Hasan menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Baleg mencatat 21 RUU telah disetujui menjadi undang-undang, terdiri atas tujuh RUU prioritas dan 14 RUU kumulatif terbuka. Selain itu, sembilan RUU masih dalam pembahasan Tingkat I, tujuh RUU menunggu penugasan, tiga RUU dalam proses harmonisasi, serta 34 RUU masih dalam tahap penyusunan bersama pemerintah.
“Perkembangan ini menjadi dasar bagi Baleg untuk meninjau ulang prioritas legislasi pada tahun mendatang,” ujar Bob Hasan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-10 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2025).
Bob Hasan juga mengungkapkan bahwa Baleg bersama pemerintah mengusulkan penarikan enam RUU dari Prolegnas Prioritas 2026 berdasarkan hasil evaluasi pembahasan sepanjang 2025. Keenam RUU tersebut yakni RUU Perubahan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana; RUU Perubahan Kedua UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI; RUU tentang Patriot Bond; RUU tentang Daya Angkatan Nusantara; RUU Perubahan Keempat UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN; serta RUU tentang Penyesuaian Ketentuan Pidana dalam Undang-Undang dan Peraturan Daerah.
“Penarikan ini dilakukan setelah menerima masukan dari alat kelengkapan dewan serta mencermati dinamika pembahasan RUU selama tahun berjalan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bob Hasan mengumumkan penambahan satu RUU usulan DPR, yakni RUU tentang Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi, dalam perubahan kedua Prolegnas RUU Tahun 2025–2029. Selain itu, dua RUU usulan Baleg disepakati masuk dalam daftar prioritas Tahun 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa RUU tentang Masyarakat Hukum Adat ditetapkan sebagai usulan Baleg dalam Prolegnas Prioritas 2026, setelah sebelumnya berstatus usulan perorangan anggota pada daftar prioritas 2025.
“Reposisi ini merupakan upaya menyelaraskan kebutuhan legislasi masyarakat dengan arah pembangunan nasional, termasuk RPJMN dan RKP,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bob Hasan menegaskan seluruh fraksi DPR RI memberikan persetujuan bulat terhadap perubahan kedua Prolegnas RUU Tahun 2025–2029 yang kini memuat 199 RUU serta lima daftar kumulatif terbuka. Kesepakatan serupa juga diberikan terhadap Prolegnas Prioritas Tahun 2026 yang berjumlah 64 RUU dan lima daftar kumulatif terbuka.
“Seluruh fraksi menyatakan setuju dan siap melanjutkan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Menutup laporannya, Ketua Baleg menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan Prolegnas dan menyerahkannya kepada pimpinan Rapat Paripurna untuk ditetapkan sesuai ketentuan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh anggota Baleg, Kementerian Hukum dan HAM, Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI, serta tenaga ahli dan staf pendukung yang telah bekerja maksimal dalam suasana demokratis,” pungkasnya.
You may like
Menhan Sjafrie Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang II 2026
Gerindra Pati Kompak Bergerak, Bolone Danang dan Sobat Yeti Turun Bersihkan Sungai Bulumanis Lor
Martin Tumbelaka Dorong Pengawasan Internal APH Diperkuat, Pelanggaran Jangan Tunggu Viral
Jaga Rasa Keadilan, Dasco Setujui Komisi XIII DPR Cek Langsung Lapas Cibinong
Salah Sita Bisa Picu Kerugian, Martin Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Bob Hasan: Satu Data Indonesia Harus Terintegrasi, tapi Jangan Buka Celah Data Jebol
Titiek Soeharto Dorong Sapi Lokal Jadi Kekuatan Utama Swasembada Susu
Temuan Ombudsman dan Imipas Berbeda, Sugiat Santoso Minta Lapas Cibinong Diusut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

