Nasional
Baunya Sampai 3 Km, Limbah PT Mayora di Gowa Dikeluhkan Warga,
Kabarpolitik.com, SUNGGUMINASA — Limbah Pabrik Tapioka milik PT Mayora, di Jl Raya Poros Malino, Pakatto, Gowa kembali dikeluhkan warga Pakkatto.Mereka mengaku, sudah tak tahan menghirup bau apak yang dihasilkan limbah pabrik itu.
Salah satu warga Dusun Pakkatto, Desa Pakkatto, Asri Haryadi, mengakui hal ini. Asri mengatakan, dia dan keluarganya tinggal sekitar dua kilometer dari perusahaan pembuat tepung dari olahan ubi kayu itu.
Dia mengaku sudah tak tahan mencium yang kini baunya hingga ke dalam rumah. “Apalagi, jika dalam kondisi hujan. Baunya minta ampun. Seperti bambu yang sudah lama direndam dalam air,” keluhnya, saat dijumpai FAJAR, Sabtu, 10 November 2018.
Asri membeberkan, kondisi ini sebenarnya sudah lama ia rasakan. Tak hanya ia, namun juga warga yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan.”Kami sebenarnya sudah lama berdemo. Sejak 2015 lalu. Itu karena limbahnya, masuk ke sawah warga,” bebernya.
Kades Pakkatto, Basir Daeng Lira, juga mengakui hal ini. Bau apak yang dihasilkan memang tak bisa dipungkiri. Ia mengatakan, sudah berulang kali menegur hanya saja pihak perusahaan cuek saja.
“Terparah, limbah yang dihasilkan PT Nurtrindo Bolarasa, Mayora Grup. Biar radius 3 kilometer masih tercium,” ujarnya.
Berusaha dikonfirmasi, Security PT Mayora, Muhammad Natsir, mencegat awak FAJAR memasuki perusahaan tersebut. Ia mengatakan, soal limbah tak ada yang bisa dikonfirmasi.
“Kami tak tahu, saya mau antar adek menghadap ke mana. Sebab, baru-baru ini ada pergantian direksi. Apalagi, barusan ada wartawan berkunjung ke kantor kami menanyakan limbah. Padahal warga di sini tak ada masalah,” kilahnya.
“Soal limbah kami tak ada masalah kok, Pak. Kami yang tinggal dan hidup di sini. Merasa tak terganggu,” sela Security lainnya, Nasaruddin Dg Liu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Marsuki, saat hendak dikonfirmasi, berusaha menghindar. Ia mengaku sedang sibuk rapat. “Nanti nah dek. Saya lagi sibuk,” tutupnya. (sua)
rn
source


