Politik
Bob Hasan: RUU Penyesuaian Pidana Krusial Jaga Kepastian Hukum di Masa Transisi KUHP
Published
10 bulan agoon
Komisi III DPR RI menegaskan pentingnya penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyesuaian Pidana guna menjaga konsistensi dan kepastian hukum, khususnya dalam masa transisi menuju pemberlakuan KUHP baru pada 2026.
Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menyatakan RUU ini menjadi instrumen krusial untuk mencegah kekosongan hukum, terutama terkait tindak pidana narkotika. Menurutnya, sejumlah pasal yang sebelumnya dicabut dari KUHP direncanakan masuk dalam revisi Undang-Undang Narkotika, namun hingga kini revisi tersebut belum rampung.
“Situasi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu proses penyidikan, penuntutan, hingga pemidanaan. Karena itu, RUU Penyesuaian Pidana menjadi solusi sementara yang sah secara hukum,” ujar Bob Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan, RUU Penyesuaian Pidana berfungsi mengembalikan sejumlah ketentuan pidana narkotika yang sebelumnya kosong agar penegakan hukum tetap berjalan selama masa peralihan.
“Substansinya sederhana tapi sangat penting. Pasal-pasal tindak pidana narkotika dimasukkan kembali untuk mencegah kekosongan hukum sambil menunggu penyempurnaan UU Narkotika,” jelasnya.
Bob Hasan menegaskan, tidak ada perubahan terhadap rumusan pokok tindak pidana. Penyesuaian hanya menyangkut batas minimum pidana, khususnya bagi pengguna narkotika, dengan tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas dan pembedaan antara pengguna, kurir, dan pengedar.
“Tidak ada rumusan baru. Semua tetap mengacu pada UU Narkotika. RUU ini hanya memulihkan norma yang sempat hilang,” tegas Ketua Badan Legislasi DPR RI tersebut.
RUU Penyesuaian Pidana sendiri bersifat ringkas, terdiri dari 3 bab dan 9 pasal. Meski demikian, Bob Hasan menekankan pembahasannya harus dilakukan secara cermat karena menyentuh inti sistem pemidanaan nasional.
“Walaupun singkat, muatannya strategis. Karena itu pembahasan harus transparan dan hati-hati,” ucapnya.
Komisi III DPR RI menargetkan pembahasan RUU Penyesuaian Pidana rampung sebelum masa reses Desember. Percepatan ini, kata Bob Hasan, dilakukan bukan untuk terburu-buru, melainkan untuk mencegah celah hukum yang dapat melemahkan penegakan hukum, khususnya pada kasus narkotika.
“Kami pastikan tidak ada pembahasan serampangan. Dengan fokus dan substansi yang jelas, RUU ini realistis diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas,” pungkasnya.
Dengan rampungnya RUU Penyesuaian Pidana, DPR RI berharap sistem hukum pidana nasional tetap berjalan selaras, memberikan kepastian hukum bagi aparat penegak hukum, serta melindungi hak masyarakat dalam proses peradilan.
You may like
Menhan Sjafrie Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang II 2026
Gerindra Pati Kompak Bergerak, Bolone Danang dan Sobat Yeti Turun Bersihkan Sungai Bulumanis Lor
Martin Tumbelaka Dorong Pengawasan Internal APH Diperkuat, Pelanggaran Jangan Tunggu Viral
Jaga Rasa Keadilan, Dasco Setujui Komisi XIII DPR Cek Langsung Lapas Cibinong
Salah Sita Bisa Picu Kerugian, Martin Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Bob Hasan: Satu Data Indonesia Harus Terintegrasi, tapi Jangan Buka Celah Data Jebol
Titiek Soeharto Dorong Sapi Lokal Jadi Kekuatan Utama Swasembada Susu
Temuan Ombudsman dan Imipas Berbeda, Sugiat Santoso Minta Lapas Cibinong Diusut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

