Politik
Bob Hasan: RUU Penyesuaian Pidana Krusial Jaga Kepastian Hukum di Masa Transisi KUHP
Published
7 bulan agoon
Komisi III DPR RI menegaskan pentingnya penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyesuaian Pidana guna menjaga konsistensi dan kepastian hukum, khususnya dalam masa transisi menuju pemberlakuan KUHP baru pada 2026.
Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menyatakan RUU ini menjadi instrumen krusial untuk mencegah kekosongan hukum, terutama terkait tindak pidana narkotika. Menurutnya, sejumlah pasal yang sebelumnya dicabut dari KUHP direncanakan masuk dalam revisi Undang-Undang Narkotika, namun hingga kini revisi tersebut belum rampung.
“Situasi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu proses penyidikan, penuntutan, hingga pemidanaan. Karena itu, RUU Penyesuaian Pidana menjadi solusi sementara yang sah secara hukum,” ujar Bob Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan, RUU Penyesuaian Pidana berfungsi mengembalikan sejumlah ketentuan pidana narkotika yang sebelumnya kosong agar penegakan hukum tetap berjalan selama masa peralihan.
“Substansinya sederhana tapi sangat penting. Pasal-pasal tindak pidana narkotika dimasukkan kembali untuk mencegah kekosongan hukum sambil menunggu penyempurnaan UU Narkotika,” jelasnya.
Bob Hasan menegaskan, tidak ada perubahan terhadap rumusan pokok tindak pidana. Penyesuaian hanya menyangkut batas minimum pidana, khususnya bagi pengguna narkotika, dengan tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas dan pembedaan antara pengguna, kurir, dan pengedar.
“Tidak ada rumusan baru. Semua tetap mengacu pada UU Narkotika. RUU ini hanya memulihkan norma yang sempat hilang,” tegas Ketua Badan Legislasi DPR RI tersebut.
RUU Penyesuaian Pidana sendiri bersifat ringkas, terdiri dari 3 bab dan 9 pasal. Meski demikian, Bob Hasan menekankan pembahasannya harus dilakukan secara cermat karena menyentuh inti sistem pemidanaan nasional.
“Walaupun singkat, muatannya strategis. Karena itu pembahasan harus transparan dan hati-hati,” ucapnya.
Komisi III DPR RI menargetkan pembahasan RUU Penyesuaian Pidana rampung sebelum masa reses Desember. Percepatan ini, kata Bob Hasan, dilakukan bukan untuk terburu-buru, melainkan untuk mencegah celah hukum yang dapat melemahkan penegakan hukum, khususnya pada kasus narkotika.
“Kami pastikan tidak ada pembahasan serampangan. Dengan fokus dan substansi yang jelas, RUU ini realistis diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas,” pungkasnya.
Dengan rampungnya RUU Penyesuaian Pidana, DPR RI berharap sistem hukum pidana nasional tetap berjalan selaras, memberikan kepastian hukum bagi aparat penegak hukum, serta melindungi hak masyarakat dalam proses peradilan.
Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 941/Singa Perbangsa, Tekankan Pengabdian Prajurit untuk Rakyat dan Negara
Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 939/Macan Putih, Dorong Pemberdayaan Wilayah Dan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat
Wamenhan RI Terima Audiensi Rektor Unhan beserta DPP KIPI, Bahas Penguatan Ilmu Pertahanan
Wamenhan Terima Audiensi Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung
Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Penyelesaian Aspirasi Pekerja PT Sinergi Gula Nusantara
Keselamatan Nelayan Jadi Prioritas, Novita Wijayanti Salurkan Life Jacket di Cilacap
Gerindra Serang Wujudkan Mimpi Pelajar Kurang Mampu untuk Melanjutkan Pendidikan
Presiden Prabowo: Anak Buruh dan Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Bukti Meritokrasi Berjalan
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

