Politik
Darori Tekankan Pentingnya Skema Baru Pembagian Hasil Hutan Demi Keadilan Daerah
Published
11 bulan agoon
Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, menilai perlunya sistem pembagian hasil pengelolaan hutan yang lebih adil antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Ia menegaskan bahwa mekanisme baru ini penting untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan, termasuk pendanaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan pengamanan hutan di daerah.
“Manajemen hutan ini sering berubah-ubah, sementara hutan itu berumur panjang. Sekarang hutan lindung dan hutan produksi dikelola provinsi melalui KPH, tetapi hutannya berada di kabupaten. Banyak yang mengusulkan sistem yang lebih efisien,” ujar Darori dalam RDP Panja RUU Revisi UU 41/1999 di Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (12/11/2025).
Ia mengusulkan skema pembagian hasil: 50 persen untuk pusat, 20 persen untuk provinsi, dan 30 persen untuk kabupaten. Menurutnya, skema ini dapat memberikan ruang fiskal yang lebih kuat bagi daerah untuk mengembangkan sektor kehutanan.
“Hasil hutan mulai dari kayu, plywood, tambang, hingga penggunaan pinjam pakai jalan bisa digunakan langsung untuk pembangunan kehutanan. Pembagiannya 50% untuk pusat, 20% untuk Gubernur, dan 30% untuk kabupaten,” jelas legislator Fraksi Gerindra itu.
Darori menekankan bahwa porsi 20 persen untuk provinsi diperlukan untuk memperkuat pendanaan KPH, yang selama ini minim anggaran.
“Kenapa 20% untuk Gubernur? Untuk membiayai KPH. Saya pernah jadi Kepala KPH, organisasinya ada tapi anggarannya tidak ada. Dengan cara ini, KPH bisa lebih jalan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran kabupaten untuk menangani kebakaran hutan dan reboisasi. Porsi 30 persen untuk kabupaten, katanya, dapat memperkuat kemampuan daerah menghadapi masalah kehutanan.
“Kalau ada kebakaran, Bupati tidak bisa menyediakan anggaran karena tidak diatur. Dengan 30% ini, Bupati bisa mulai menanam pohon dan memperkuat pengamanan hutan,” katanya.
Usulan ini diharapkan dapat memastikan revisi UU Kehutanan tidak hanya memperkuat regulasi, tetapi juga menjamin keberlanjutan pengelolaan hutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
You may like
Menhan Sjafrie Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang II 2026
Gerindra Pati Kompak Bergerak, Bolone Danang dan Sobat Yeti Turun Bersihkan Sungai Bulumanis Lor
Martin Tumbelaka Dorong Pengawasan Internal APH Diperkuat, Pelanggaran Jangan Tunggu Viral
Jaga Rasa Keadilan, Dasco Setujui Komisi XIII DPR Cek Langsung Lapas Cibinong
Salah Sita Bisa Picu Kerugian, Martin Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Bob Hasan: Satu Data Indonesia Harus Terintegrasi, tapi Jangan Buka Celah Data Jebol
Titiek Soeharto Dorong Sapi Lokal Jadi Kekuatan Utama Swasembada Susu
Temuan Ombudsman dan Imipas Berbeda, Sugiat Santoso Minta Lapas Cibinong Diusut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

