Connect with us

Politik

DPP Perempuan Bangsa Desak UU Khusus KGBO Usai Diskusi dan Deklarasi “Sobat Digital, Bukan Korban Digital”

Published

on

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa menyuarakan desakan kuat kepada pemerintah dan DPR RI untuk segera membentuk Undang-Undang khusus tentang Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO). Desakan ini disampaikan usai diskusi dan deklarasi bertajuk “Sobat Digital, Bukan Korban Digital” yang digelar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dalam forum tersebut, DPP Perempuan Bangsa menyoroti lonjakan signifikan kasus KGBO di Indonesia. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 2.382 kasus, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini dinilai sebagai kondisi darurat yang membutuhkan langkah hukum yang lebih komprehensif dan responsif terhadap korban, khususnya perempuan.

“Ruang digital seharusnya menjadi ruang aman, bukan ruang ancaman. Namun fakta menunjukkan sebaliknya. Perempuan masih menjadi kelompok paling rentan terhadap kekerasan berbasis digital,” demikian pernyataan DPP Perempuan Bangsa dalam kegiatan tersebut.

Diskusi dan deklarasi “Sobat Digital, Bukan Korban Digital” juga menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam melihat kekerasan di ruang siber, dari sekadar persoalan etika menjadi isu serius pelanggaran hak asasi manusia.

Selama ini, penanganan KGBO masih bertumpu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Namun, kedua regulasi tersebut dinilai belum mampu menjawab kompleksitas kasus KGBO yang terus berkembang, serta belum memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

Advertisement

DPP Perempuan Bangsa menilai Indonesia perlu belajar dari negara lain yang telah memiliki regulasi lebih spesifik dan progresif, seperti Filipina, Inggris, dan negara-negara di Uni Eropa, yang tidak hanya mengatur pelaku, tetapi juga menekankan tanggung jawab platform digital serta pemulihan korban.

Melalui momentum diskusi dan deklarasi ini, DPP Perempuan Bangsa menegaskan urgensi pembentukan UU khusus KGBO yang mampu memberikan definisi dan klasifikasi kekerasan digital secara jelas. Menjamin perlindungan dan pemulihan korban. Menutup celah hukum yang merugikan perempuan. Mengatur tanggung jawab platform digital dan Memastikan penegakan hukum berperspektif gender.

Kegiatan ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menjadi “sobat digital” yang aktif menciptakan ruang siber yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

DPP Perempuan Bangsa menegaskan bahwa tanpa langkah konkret dari negara, angka kekerasan berbasis digital akan terus meningkat dan semakin banyak perempuan yang menjadi korban.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...