Nasional
Jubir FPI: Mbah Moen Tak Mudah Salahkan Pendapat Orang Lain
Kabarpolitik.com, JAKARTA — Anggota Jubir FPI (Front Pembela Islam), Slamet Maarif memiliki kenangan mendalam terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Maimun Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen yang meninggal dunia di Mekah, Arab Saudi, Selasa, (6/8).
Menurut Slamet, Mbah Moen merupakan sosok ulama karismatik. Sisi rendah hati juga dimiliki Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.
“Beliau juga merangkul semua golongan tidak gampang menyalahkan pendapat orang lain,” ucap Slamet.
Satu hal lain yang diingat Slamet dari Mbah Moen yakni sikap hangat. Kemudian Mbah Moen tidak pernah memutus komunikasi terhadap siapa pun meski berbeda pandangan politik.
“Walau terkadang beda pandangan dalam politik, tetapi ketika kami silaturahmi, beliau sambut kami dengan hangat dan selalu menasihati kami dalam berjuang,” tutur anggota jubir FPI ini.
“Sampai saat ini kami sering berjumpa dan bertukar pikiran dengan putra beliau Gus Najih,” pungkas Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.
Diketahui Mbah Moen meninggal dunia ketika menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi pada Selasa ini. Permintaan keluarga, Mbah Moen lantas dimakamkan di Mekah.
Kontrol Kandungan Gula Darah dengan Alpukat
Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Hanya 5,05 Persen
Kenaikan TDL Menunggu Pidato Kenegaraan Jokowi
Majelis Etik Golkar Dinilai Tak Jelas Fungsinya
LPSK Ungkap Arab Saudi Jadi Negara Tujuan Praktik Trafficking
Wafi Maimun Zubair, putra dari Maimun Zubair, mengatakan bahwa sang ayah akan dimakamkan di Tanah Suci. “Iya benar, dimakamkan di Mekah,” ujar pria yang biasa disapa Gus Wafi, Selasa (6/8). Maimun Zubair yang biasa disapa Mbah Moen meninggal pada usia 90 tahun.
Gus Wafi mengatakan, pertimbangan keluarga memakamkan Mbah Moen di Mekah karena dekat dengan makam istri pertama Rasullullah Muhammad, Siti Khadijah, dan gurunya, Sayyid Muhammad. “Karena dekat dengan Siti Khodijah dengan Sayyid Muhammad gurunya,” katanya.
Pertimbangan lainnya, kata Gus Wafi, pemakaman Mbah Moen di Mekah juga atas permintaan dari Sayyid Ahmad Muhammad Al Maliki (cucu Mbah Moen). “Sayyid Ahmad juga memberikan arahan dimakamkan di Mekah,” ungkap Gus Wafi.
Menurut Abdul Ghafar Rozin, dari informasi dari pihak keluarga, Kiai Maimun pernah menyampaikan ingin dimakamkan di Ma’la dekat dengan sang gurunya Sayyid Muhammad. “Sekarang baru diikhtiarkan untuk dimakamkan di sana,” tuturnya. (jpnn)
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
The post Jubir FPI: Mbah Moen Tak Mudah Salahkan Pendapat Orang Lain appeared first on FAJAR.
rn


