Connect with us

Nasional

Ketua Baleg: MD3 Sudah Selesai, DPR Proporsional, MPR Paket

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Atgas mengatakan tidak perlu lagi ada revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3. Menurut dia, dalam UU MD3 sudah jelas diatur bahwa pimpinan DPR dipilih secara proporsional, sedangkan MPR menggunakan sistem paket.

“MD3 sudah selesai. DPR proporsional, MPR sistemnya paket,” kata Supratman dalam diskusi “MD3 Perlu Dipisah? Kursi Pimpinan, Jalan Tengah atau Jalan Buntu?” di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5).

Menurutnya, dalam UU MD3, posisi ketua DPR diperoleh partai pemenang pemilu atau peraih kursi terbanyak pertama. Politikus Partai Gerindra itu menegaskan penghitungannya dilihat dari jumlah raihan kursi, bukan perolehan suara.

“Yang pasti, ketua DPR itu berdasar UU MD3 pasti akan dijabat Fraksi PDIP sebagai partai dengan perolehan kursi paling banyak,” katanya.

Dia menambahkan posisi wakil ketua DPR akan diberikan kepada partai peraih jumlah kursi terbanyak kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Menurutnya, kalau tidak ada perubahan mendasar akibat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pileg 2019, maka Partai Golkar akan menempati posisi pemenang kedua.

Advertisement

Menurut dia, hal itu karena penghitungan dilakukan berdasar kursi yang diperoleh, bukan perolehan suara. Kalau secara suara, kata dia, maka yang menempati posisi kedua adalah Partai Gerindra.

“Karena bicara UU MD3, maka saya pastikan untuk posisi wakil ketua pertama itu pasti akan diisi Fraksi Partai Golkar,” katanya. Posisi wakil ketua berikutnya diisi Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Itulah formasinya, dan tidak akan mungkin berubah karena tidak punya waktu untuk mengubah UU MD3,” ungkap Supratman.

Nah, Supratman memprediksi yang bakal ramai nanti adalah pemilihan pimpinan MPR yang menggunakan sistem paket. Hal itu akan bertambah ramai jika tidak tercapai musyawarah untuk mufakat. Menurut Supratman, awalnya Baleg hendak membuat dalam UU MD3 pemilihan pimpinan MPR berdasarkan raihan kursi partai. Hanya saja, ujar dia, di MPR itu kelompok DPD sehingga pemilihan diputuskan lewat sistem paket.

Supratman mengatakan, secara logika kemungkinan akan ada dua paket pimpinan MPR yang akan bertarung nanti. Dia menjelaskan berdasar UU MD3 pula satu fraksi boleh mengajukan seorang calon untuk bergabung dalam satu paket pimpinan MPR.

Amerika Miliki Militer Lebih Kuat, Iran Punya Teknologi Mematikan

Artinya, kata dia, hanya empat fraksi yang bisa mengajukan masing-masing satu calon, karena satu lainnya akan diisi oleh DPD. “Soal mau jadi ketua ataupun wakil ketua itu bagi DPD nanti di dalam pertarungan dan terbentuknya sebuah paket,” katanya.

Advertisement

Supratman mengatakan, dengan hanya empat fraksi yang bisa mengirimkan nama calon pimpinan, maka kemungkinan peta koalisi partai politik baik yang ada di BPN Prabowo – Sandi dan TKN Jokowi – Ma’ruf akan mencair.

Dia menegaskan, tidak mungkin koalisi untuk pemilihan pimpinan MPR sama dengan Pilpres 2019. “Karena kalau lihat jatahnya cuma empat, partainya lebih dari itu. Semua pasti menginginkan hal yang sama, sehingga ini pasti akan dinamis,” ungkapnya.

Menurut Supratman, bisa saja peta koalisi untuk pimpinan MPR ini ditentukan dengan melihat ke mana DPD akan berlabuh. Supratman yakin konstelasi akan berubah. Sebab, saat ini belum terlihat tokoh sentral yang bisa menyatukan anggota DPD terpilih yang baru atau periode 2019-2024.

Anies Terbitkan IMB Reklamasi, JK: Pengembang Sudah Keluarkan Triliunan

“Pasti akan terjadi kelompok-kelompok juga. Nah, itu akan sangat berpengaruh terhadap paket yang akan terbentuk di MPR,” katanya.

Lebih lanjut Supratman menegaskan, tidak terlalu penting siapa pun yang menjadi ketua dan wakil ketua MPR nanti. Menurutnya, yang terpenting adalah banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh pimpinan MPR yang akan datang.

Advertisement

“Buat saya tidak penting siapa yang akan menjadi ketua dan menjadi pimpinan tetapi yang paling penting adalah apakah dengan segala kemampuan, kewenangan, segala pembiayaan yang diberi oleh UU, itu sudah maksimal untuk kepentingan rakyat atau tidak,” paparnya.

Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengatakan pimpinan DPR bisa disebut sebagai speaker of politic. Sementara itu, lanjut dia, untuk pimpinan MPR seharusnya lebih menjadi speaker of national interest. “Jadi dia (pimpinan MPR) harus bicara kepentingan nasional. Keguyuban politik untuk kebangsaan, kepentingan nasional ini seharusnya ada di MPR,” katanya dalam kesempatan itu.

Kunjungi Magelang, Ini Pesan Pangdam ke Prajurit Yon Armed

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan itu sependapat seharusnya hal ini dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh para pimpinan partai politik. “Hal ini untuk melihat kita ini mau MPR ini seperti apa ke depan, dengan agenda setting apa, kemudian dari mana mengutus siapa itu silakan,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketua MPR nanti harus diberikan tanggung jawab untuk menyusun agenda yang sudah disepakati oleh para pimpinan partai politik. “Jadi prinsip musyawarah yang seharusnya lebih dikedepankan di sini bukan soal kuat-kuatan kepentingan dari masing-masing partai politik. Partai politik selesai di DPR tetapi di MPR kita bicara soal kebangsaan,” pungkasnya. (jpnn)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...