Nasional
Kunker ke Malinau, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 921/Alang Impang dan Tegaskan Peran Prajurit di Perbatasan
Malinau, Kalimantan Utara – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 921/Alang Impang di Desa Loreh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (3/10/2026).
Kedatangan Menhan RI dan rombongan diawali dengan pertemuan silaturahmi bersama Bupati Malinau Wempi W. Mawa, dilanjutkan dengan penerimaan paparan satuan dari Wakil Komandan Batalyon (Wadanyonif) TP 921/Alang Impang mengenai kondisi kesatrian dan kesiapan operasional prajurit. Kemudian Menhan melakukan peninjauan langsung ke Marshalling Area dan memberi pengarahan kepada seluruh prajurit di lapangan.
Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie menekankan peran vital Yonif TP 921/Alang Impang sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan yang memikul tanggung jawab besar mengawal kedaulatan negara sekaligus mendukung penuh Pemerintah Daerah dan masyarakat perbatasan.
“Kalian sebagai prajurit mendapat kepercayaan dari rakyat dan negara untuk bertugas di Kabupaten Malinau, menjaga kedaulatan NKRI dan membuat rakyat merasa aman serta nyaman atas kehadiranmu,” kata Menhan.
“Sebagai prajurit tempur, kamu harus menguasai kemampuan menembak, bela diri, dan patroli di tengah belantara perbatasan. Namun di saat yang sama, sebagai prajurit teritorial pembangunan, kamu harus hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mendukung program Pemerintah Daerah!” tegas Menhan Sjafrie.

Menhan juga mengingatkan pentingnya memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Menhan menegaskan agar seluruh prajurit menjaga hubungan yang harmonis dengan warga setempat, membantu pembangunan fasilitas pedesaan, serta tidak sekali-kali menyakiti hati rakyat.
Guna menunjang kesejahteraan dan kesiapan operasional prajurit, Menhan secara khusus memberikan instruksi tegas terkait penyiapan fasilitas perumahan dan sarana pangkalan bagi seluruh prajurit dan keluarga di dalam Marshalling Area.
“Saya telah menerima laporan bahwa masih terdapat bintara dan perwira yang tinggal dengan menyewa tempat tinggal di luar pangkalan. Untuk itu, saya menginstruksikan agar segera disiapkan hunian di dalam pangkalan, sembari menunggu pembangunan pangkalan permanen selesai,” ujar Menhan.
“Ke depan, saya berharap seluruh prajurit dapat tinggal di dalam pangkalan sehingga lebih mudah menjalankan tugas dan menjaga kesiapsiagaan. Negara akan memastikan kebutuhan dasar prajurit terpenuhi, termasuk penyediaan makanan melalui dapur pangkalan. Dengan demikian, prajurit dapat lebih fokus melaksanakan tugas negara secara optimal,” pungkas Menhan.
Rangkaian Kunker di Malinau diakhiri dengan penguatan moral, yel-yel komando, serta doa bersama untuk keselamatan dan keberhasilan seluruh prajurit Yonif TP 921/Alang Impang dalam mengemban amanat menjaga benteng terdepan Nusantara.
Dalam kunjungan kerja ini, Menhan didampingi oleh Wakil Panglima (Wapang) TNI, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, serta Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman. (Biro Infohan Setjen Kemhan)


