Politik
Melati Tinjau Petani Malang, Soroti Benih hingga Harga Bawang Putih
Published
4 bulan agoon
Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Balai Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya DPR RI dalam menyerap aspirasi petani sekaligus mendorong percepatan program swasembada bawang putih nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Melati berdialog langsung dengan para petani bawang putih. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai aspirasi dan tantangan disampaikan oleh petani di lapangan.
“Kami bertemu langsung dengan para petani bawang putih dan diskusinya sangat interaktif. Pada prinsipnya, kami di Komisi IV DPR RI sangat mendukung kebutuhan petani untuk bersama-sama mengawal program swasembada bawang putih yang menjadi target pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto,” ujar Melati.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyusun peta jalan (roadmap) swasembada bawang putih dengan target capaian pada 2028. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi, terutama pada sektor hulu.
Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah ketersediaan benih bawang putih. Menurutnya, penyediaan benih unggul menjadi faktor krusial dalam meningkatkan produksi nasional. Saat ini, upaya pemenuhan kebutuhan benih juga tengah dijajaki melalui kerja sama dengan beberapa negara, dengan tetap memperhatikan kesesuaian kondisi pertanian di Indonesia.
“Penyediaan benih ini menjadi tantangan utama. Harapannya ke depan kita bisa mandiri dalam penyediaan benih, sehingga produksi bawang putih meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Selain persoalan benih, petani juga menyampaikan kebutuhan infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan menuju lahan pertanian. Kondisi akses yang belum memadai dinilai menghambat distribusi sarana produksi maupun hasil panen.
Tak hanya itu, petani turut mengeluhkan keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pentingnya kepastian harga jual. Bawang putih dinilai memiliki karakteristik budidaya berbeda dibandingkan bawang merah, dengan masa tanam sekitar empat bulan serta membutuhkan perlakuan khusus.
“Kami menerima aspirasi terkait kebutuhan alsintan, perbaikan jalan usaha tani, serta kepastian harga. Ini penting agar petani mendapatkan jaminan kesejahteraan setelah panen,” ungkap Melati.
Ia menegaskan bahwa kepastian harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani bawang putih. Tanpa jaminan harga yang layak, petani berisiko merugi, terutama saat harus bersaing dengan produk impor yang lebih murah.
Dalam dialog tersebut, petani juga berharap pemerintah dapat mengendalikan impor bawang putih, khususnya ketika produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Petani berharap ketika mereka sudah mampu memproduksi secara mandiri, maka keran impor bisa dikendalikan agar harga bawang putih lokal tidak tertekan,” katanya.
Menanggapi hal itu, Melati menyatakan Komisi IV DPR RI akan mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan, mulai dari penyediaan benih, infrastruktur, alsintan, hingga kebijakan harga dan impor.
Politisi Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya itu menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada bawang putih. Selain mengurangi ketergantungan impor, upaya ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global.
“Kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh petani. Apa yang menjadi kebutuhan mereka akan kami kawal agar bisa direalisasikan secara konkret,” pungkasnya.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

