Politik
NEET Masih 22 Persen, Himmatul Soroti Tantangan Pembangunan Pemuda
Published
6 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menilai tantangan pembangunan kepemudaan di Indonesia masih cukup besar. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya penguatan kebijakan serta koordinasi lintas sektor agar pemberdayaan pemuda dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Himmatul saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Kepemudaan Komisi X DPR RI ke Serang, Provinsi Banten, Rabu (4/2/2026), dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menyerap aspirasi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kepemudaan.
“Tantangan kepemudaan saat ini masih cukup besar. Diperlukan penguatan kebijakan dan koordinasi lintas sektor agar program pemberdayaan pemuda benar-benar berdampak,” ujar politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Himmatul menyoroti masih tingginya angka pemuda not in education, employment, or training (NEET) yang berada di kisaran 22,25 persen. Angka ini menunjukkan masih besarnya kelompok pemuda yang belum terhubung secara optimal dengan sistem pendidikan, pelatihan, maupun pasar kerja.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) nasional meningkat relatif lambat, dari 56,33 pada 2023 menjadi 58,33 pada 2024. Sementara IPP Provinsi Banten masih berada di bawah rata-rata nasional, yakni 53,33 pada 2023 dan meningkat menjadi 54,83 pada 2024.
“Kondisi ini membutuhkan penguatan tata kelola kebijakan kepemudaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, agar pelayanan kepemudaan mampu meningkatkan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian pemuda,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Banten, Ahmad Syakuni, menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki bonus demografi pemuda usia 16–30 tahun sebanyak 3,3 juta jiwa atau sekitar 24 persen dari total penduduk.
“Ini merupakan energi besar bagi pembangunan daerah. IPP menunjukkan tren positif, khususnya di bidang kesehatan, namun tantangan utama masih pada pengangguran dan kesiapan tenaga kerja,” ucapnya.
Ia berharap kehadiran Komisi X DPR RI dapat mendorong solusi atas ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri, termasuk regulasi yang memperluas peluang kerja bagi pemuda.
Kunjungan kerja tersebut diterima Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah bersama jajaran. Turut hadir perwakilan KNPI Provinsi Banten, Kwarda Gerakan Pramuka, organisasi kepelajaran, kemahasiswaan dan kepemudaan, wirausaha muda, serta pemuda berprestasi tingkat daerah dan nasional. Sejumlah anggota Komisi X DPR RI juga turut mengikuti kegiatan tersebut.
You may like
Soroti Kematian Karumga Eks Jampidsus, Bimantoro Minta Polda Bertindak Cepat dan Transparan
Presiden Prabowo Pimpin Rapat KSSK, Perkuat Stabilitas Keuangan dan Kepercayaan Pasar
Presiden Prabowo Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan PT PAL Demi Kebangkitan Industri Kapal Nasional
Irjen Kemhan Hadiri Peringatan Ke-99 Hari Jadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok
Menhan Sjafrie Terima Penyerahan PPKH Lahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Sugiat Santoso Desak Pelaku Pengeroyokan di Bali Diproses Hukum, Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Main Hakim Sendiri
Sabam Rajagukguk: Good Neighbour Policy Harus Diimbangi Perlindungan Warga di Perbatasan
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

