Politik
Perempuan Dominasi UMKM, Himmatul Aliyah Minta Akses Kredit dan Digital Diperluas
Published
3 bulan agoon
Di balik capaian yang terlihat membanggakan, masih terdapat persoalan mendasar. Perempuan mengelola 64,5 persen UMKM di Indonesia, menyerap 97 persen tenaga kerja perempuan, dan berkontribusi 61 persen terhadap ekonomi nasional. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, serta minimnya perlindungan sosial.
Hal ini disampaikan Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Himmatul Aliyah, dalam Dialogue Session II forum 5th WAIPA Coordinating Committee Meeting pada 27 April 2026 di Quezon City, Filipina, yang mengangkat tema “Accelerating Women’s Economic Leadership Through Gender-Responsive MSME Policies.”
“Ketika ekonomi global tidak adil, perempuan menjadi pihak yang pertama terdampak dan paling lambat pulih. Guncangan dalam perdagangan, harga, dan pendapatan publik tidak pernah netral gender,” tegas Himmatul, yang menyampaikan secara daring dari Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Srikandi Gerindra itu menjelaskan, di banyak negara ASEAN termasuk Indonesia, partisipasi perempuan dalam sektor formal masih relatif rendah. Kondisi ini mendorong banyak perempuan masuk ke sektor usaha mikro dan kecil sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi.
Namun, setelah masuk ke sektor tersebut, pelaku UMKM perempuan kerap menghadapi hambatan struktural, seperti sulitnya akses kredit dan pembiayaan, serta kesenjangan literasi digital yang berdampak pada daya saing di era ekonomi digital.
Himmatul menegaskan, DPR RI terus mendorong penguatan UMKM melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, termasuk peningkatan kapasitas dan akses pasar bagi pelaku usaha perempuan, khususnya di wilayah pedesaan.
Pemerintah Indonesia juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui empat fokus utama, yakni peningkatan literasi digital, akses keuangan dan kredit, pendampingan UMKM perempuan, serta penguatan care economy sebagai penopang partisipasi perempuan dalam ekonomi.
“DPR RI berkomitmen mendorong penganggaran responsif gender dan pengawasan belanja negara untuk menutup kesenjangan gender serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Himmatul menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar penerima manfaat, melainkan penggerak utama ekonomi.
“Memberdayakan perempuan dalam ekonomi adalah investasi strategis bagi masa depan negara dan kawasan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia bahwa kebijakan UMKM yang responsif gender bukan sekadar program sosial, melainkan strategi ekonomi yang penting dan mendesak untuk kawasan.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

