Connect with us

Nasional

Polisi dan Jaksa Lolos Administrasi, Ini Kata Koalisi Kawal Capim KPK

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA– Koalisi Kawal Capim KPK mempermasalahkan lolosnya sejumlah nama dari intitusi Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam proses seleksi administrasi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Koalisi Kawal Capim KPK meminta Polri dan Kejagung memperbaikin terlebih dahulu internal lembaga mereka.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyampaikan, institusi Polri punya Pekerjaan Rumah (PR) besar dalam menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Menurutnya, dua tahun lamanya Polri belum juga membongkar pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu.

“Bagaimana mungkin Kapolri mau mengirimkan Capim KPK tapi kasus Novel belum selesai? Ini sudah rentang waktu dua tahun dan tidak bisa lagi di toleransi,” kata Kurnia di kantor LBH Jakarta, Selasa (16/7).

Kurnia menegaskan, Polri seharusnya dapat memperbaiki lembaganya. Sebab, kata Kurnia, KPK dibentuk lantaran tidak adanya ketegasan Polri terhadap masalah pemberantasan korupsi.

Sementara mengenai kinerja Kejagung, Kurnia menyoroti, baru-baru ini ada oknum jaksa yang tertangkap tangan operasi KPK. Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Aspidum Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto, sebagai tersangka penerima suap.

Advertisement

“Ini sebenarnya mengonfirmasi kekhawatiran publik bahwa Kejaksaan belum mampu menangani isu pemberantasan korupsi,” tegas Kurnia.

Di Hadapan Publik Tercinta, Praveen/Melati Malah Beri Kejutan Buruk

Ditunggu Intanon, Jorji: Dia Lawan yang Saya Takuti

Kata Politikus Golkar, Tak Benar Parpol Rebutan Kursi Menteri

Oleh karena itu, Kurnia menyarankan Polri dan Kejagung untuk menarik kembali perwakilannya yang mengikuti seleksi Capim KPK. Bahkan ketika terpilih, ia menyarankan yang bersangkutan mundur dari kursi pimpinan KPK.

“Harus menarik kembali wakilnya di Capim KPK, kalau pun terpilih harus mundur,” tegasnya.

Advertisement

Sementara itu, Direktur LBH Jakarta Arif Maulana menyampaikan, kinerja pemberantasan korupsi akan semakin sulit, karena Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada acara ‘Visi Indonesia’ tidak secara tegas mendukung kinerja pemberantasan korupsi.

“Tidak ada satupun upaya menegakkan hukum untuk memberantas korupsi, yang ada hanya pungli. Pungli itu jauh dari korupsi, risikonya luar biasa dari para pejuang antikorupsi,” ucap Arif.

Selain itu, Arif pun menilai hal ini dibuktikan dengan komposisi Pansel Capim KPK. Ia menilai, komposisinya tidak menunjukkan komitmen dalam hal pemberantasan korupsi.

“Ini terlihat bagaimana pemerintah menyikapi KPK, terbaru bagaimana Presiden memilih Pansel KPK,” pungkasnya. (jp)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...