Politik
Presiden Prabowo Dorong Gerakan ASRI dan Pembenahan Lingkungan Nasional
Published
7 bulan agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kebersihan lingkungan. Menurutnya, Indonesia harus berani melakukan perbaikan dari tingkat desa hingga ibu kota negara.
“Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita buktikan,” ujar Presiden dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kepala Negara menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang harus ditangani secara sistematis dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Presiden mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil yang tidak menimbulkan polusi maupun bau.
“Cukup dalam skala kecil dan ramah lingkungan. Kita harapkan alat-alat itu ada di setiap kelurahan dan kecamatan, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat paling bawah. Ini akan kita laksanakan tahun ini juga. Untuk skala besar, kita cari teknologi terbaik dan sudah mulai,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan gerakan “ASRI” (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai bagian dari transformasi kebersihan dan tata kelola lingkungan. Ia turut mendorong program “gentengisasi” untuk memperbaiki kualitas hunian di desa, kecamatan, hingga kota-kota besar di seluruh Indonesia.
Di bidang stabilitas nasional, Presiden menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam menghormati perjanjian internasional dan kewajiban keuangan negara.
“Kita punya rekam jejak yang sangat baik. Indonesia belum pernah default dalam sejarah. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari mana pun dan yakin akan bangkit dengan meyakinkan,” tegas Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk “Indonesia Incorporated” yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun negeri.
“Pemerintah yang bersih dan adil harus membantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama. Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi raksasa yang berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya,” tandasnya.
Arah pembangunan nasional, menurut Presiden, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, tata kelola kota yang modern, serta stabilitas nasional sebagai fondasi menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku
Dipimpin Dasco, DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria
Bertemu Wang Huning di Beijing, Ahmad Muzani Tegaskan Dukungan MPR terhadap One China Policy
Respons Kekeringan, Dyah Firrizqi Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih
Tinjau Yonif TP 337/Sutajaya di Cirebon, Menhan Sjafrie Tegaskan Peran Strategis Yonif TP dalam Sishankamrata
Menhan Sjafrie Tinjau Marshalling Area Yonif TP 331/Sanca Manggala: Kemampuan Menembak, Bela Diri dan Patroli adalah Kewajiban Prajurit
Andre Rosiade Kirim Alat Berat Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok
Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Prancis untuk Indonesia
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

