Connect with us

Nasional

Prof Noor Achmad: Konsep Islam Wasathiyah Sejalan dengan Kesepakatan Pendiri Bangsa

Published

on

JAKARTA— Ketua MUI Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prof Noor Achmad, menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan bersama. Para pendiri bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda menyepakati Pancasila, UUD 1945, serta NKRI sebagai dasar negara. Karena itu, meskipun banyak konsep negara yang diakui di dunia, namun yang sah di Indonesia adalah NKRI.

“Indonesia adalah negara bangsa yang merupakan satu kesepakatan. Umat yang ada di Indonesia, sekaligus umat beragama tidak hanya Islam saja tapi semuanya. Indonesia memang negara kesepakatan, negara kedamaian bagi kita semaunya, negara bagi umat yang ada di Indonesia. Itulah negara bangsa, ” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Halaqah Kebangsaan Islam Wasathiyah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (26/01).

Dalam acara yang diselenggarakan Badan Penanggulngan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI itu, Prof Noor menyampaikan, pasca kejatuhan Turki Utsmani, ada beberapa model negara yang ada di dunia. Ada negara yang murni ketuhanan, negara murni sekuler, dan ketiga adalah negara campuran seperti yang ada di Indonesia. Indonesia, kata dia, memilih menjadi negara yang berlandaskan pada Pancasila.

“Ini menjadi penting untuk kita semuanya. Pancasila menjadi kesepakatan bersama. Itu yang sering kita sebut sebagai kalimatan sawaa, kesepakatan semua masyarakat, penduduk, dan tokoh yang ada di Indonesia. Maka dari itu, semua proses yang ada di Indonesia mengacu kepada Pancasila itu sendiri, “ ujarnya.

Prof Noor menambahkan, sebagai mayoritas di Indonesia, tentu saja konsep pandangan Islam yang sesuai dengan kesepakatan bersama itu patut dipikirkan. Menurutnya, MUI memilih Islam Wasathiyah sebagai konsep yang paling pas di Indonesia.

Advertisement

“Dengan demikian, apakah paham lain itu tidak pas? Apakah paham lain itu salah? Mungkin tidak salah, tetapi belum tentu sesuai dengan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, berlandaskan NKRI, berlandaskan UUD 1945. Kalau berdasarkan itu semua, maka para ulama di MUI berijtihad yang paling pas adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, ” ungkapnya.

“Dengan demikian, maka para ulama kemudian merumuskan lebih rinci, Ahlus Sunnah wal Jamaah yang ada di Indonesia itu seperti apa? Maka kita rumuskan yang disebut Islam Wasathiyah, ” imbuhnya.

Dia menyebut, Islam Wasathiyah memiliki sepuluh prinsip yang membuatnya sangat pas dengan konsep kesepakatan negara Indonesia.

“Islam Wasathiyah ini menjadi kesepakatan MUI. Kesepakatan ini diharapkan bisa jadi modal sinergi dengan semua kekuatan yang ada di Indonesia seperti Kepolisian, BNPT, Densus 88, dan lain sebegainya bekerjasama dengan MUI dalam Islam Wasathiyah, ” ujarnya.

“Kalau ini bisa berjalan, beberapa hal yang tadi menjadi kekhawatiran kita semua seperti ekstremisme dan terorisme bisa kita eliminir. Bagaimana kalau kemudian muncul tindakan yang bertentangan dengan Islam Wasathiyah tadi? Maka tentu saja, MUI sudah mengantisipasi. Bahkan sejak tahun 2004, melalui Fatwanya, MUI sudah mengantisipasi dan dengan tegas MUI menyatakan anti terorisme dan anti ekstremisme, “ tegasnya. (Ilham Balindra/Azhar)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...