Politik
Putih Sari Soroti Kesenjangan Kompetensi dan Minimnya Pengawasan Ketenagakerjaan di Jambi
Published
11 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, mengungkapkan masih banyak persoalan ketenagakerjaan di Provinsi Jambi, terutama terkait kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya di sektor hilirisasi sumber daya alam. Menurutnya, permasalahan ini diperburuk oleh minimnya pengawasan ketenagakerjaan akibat keterbatasan jumlah pengawas serta luasnya wilayah kerja.
“Provinsi Jambi dipilih sebagai salah satu lokasi kunjungan kerja Komisi IX DPR karena memiliki karakteristik ketenagakerjaan yang representatif terhadap tantangan di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Tahun 2024, jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 1,95 juta orang, dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 68,75 persen,” ujar Putih Sari saat memimpin Tim Kunjungan Spesifik (Kunspek) Komisi IX DPR RI di Gedung Pemerintah Provinsi Jambi, Senin (10/11/2025).
Dari jumlah tersebut, sekitar 1,82 juta orang telah bekerja, sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,5 persen — sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,2 persen. Sebagian besar tenaga kerja di Jambi terserap di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan berbasis sumber daya alam seperti kelapa sawit dan karet. Namun, sektor-sektor ini masih didominasi oleh pekerja informal tanpa perlindungan jaminan sosial.
Selain itu, Putih juga menyoroti ketimpangan perlindungan bagi pekerja di sektor perkebunan dan UMKM, serta masih adanya dampak dari implementasi UU Cipta Kerja terhadap fleksibilitas hubungan kerja, status outsourcing, pengaturan waktu kerja, pesangon, dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PHI) yang kerap berlarut akibat lemahnya mekanisme mediasi.
“Kunjungan ini juga bertujuan menjaring aspirasi dari pemerintah daerah, serikat pekerja, asosiasi pengusaha, akademisi, serta lembaga pengawasan dan penegakan hukum ketenagakerjaan di Provinsi Jambi. Hasilnya akan menjadi bahan masukan bagi Panja RUU Ketenagakerjaan dalam merumuskan pengaturan yang lebih adaptif terhadap kondisi di daerah,” jelasnya.
Putih Sari berharap penyusunan RUU Ketenagakerjaan oleh Komisi IX DPR RI benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, terutama pekerja dan pelaku usaha. Ia menilai dinamika ketenagakerjaan di era transformasi ekonomi menuntut sistem hukum yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.
“Kami mengajak semua pihak berpartisipasi aktif memberikan pandangan, kritik, dan saran yang konstruktif. Panja RUU Ketenagakerjaan ini bukan sekadar forum politik, melainkan ruang bersama untuk membangun konsensus nasional di bidang ketenagakerjaan. Kita ingin memastikan tenaga kerja Indonesia terlindungi, dunia usaha tumbuh, dan hubungan industrial berjalan harmonis demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur sebagaimana cita-cita konstitusi,” pungkasnya.
You may like
Menhan Sjafrie Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang II 2026
Gerindra Pati Kompak Bergerak, Bolone Danang dan Sobat Yeti Turun Bersihkan Sungai Bulumanis Lor
Martin Tumbelaka Dorong Pengawasan Internal APH Diperkuat, Pelanggaran Jangan Tunggu Viral
Jaga Rasa Keadilan, Dasco Setujui Komisi XIII DPR Cek Langsung Lapas Cibinong
Salah Sita Bisa Picu Kerugian, Martin Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Bob Hasan: Satu Data Indonesia Harus Terintegrasi, tapi Jangan Buka Celah Data Jebol
Titiek Soeharto Dorong Sapi Lokal Jadi Kekuatan Utama Swasembada Susu
Temuan Ombudsman dan Imipas Berbeda, Sugiat Santoso Minta Lapas Cibinong Diusut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

