Connect with us

Nasional

Realisasi Pendapatan Negara Rendah, Pemerintah Masih Andalkan Pinjaman Luar Negeri

Published

on

Kabarpolitik.com,JAKARTA–Realisasi pendapatan negara yang rendah hingga semester I 2019 membuat defisit anggaran diprediksi akan semakin melebar dibanding dengan tahun lalu.

Imbasnya, ada kemungkinan pemerintah akan kembali mengandalkan penarikan pinjaman luar negeri untuk memenuhi belanja negara.

Sebagaimana diketahui, pada paruh tahun saja, defisit anggaran tercatat sebesar Rp 135,8 triliun atau setara dengan 0,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 110,6 triliun atau setara 0,75 dari PDB.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Puspa Ghani Talattov mengatakan, potensi pelebaran fiskal pada tahun ini utamanya dipengaruhi oleh rendahnya realisasi pendapatan PPh Migas. Sebab belakangan ini, ada tren penurunan harga komoditas minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) dan batubara.

Abra mencatat, penerimaan negara pada sektor PPh migas semester I-2019 baru mencapai Rp 66 triliun, atau mencapai 45,6 persen dari target sebesar Rp 144,73 triliun. Begitupula dengan realisasi PNBP dari Sumber Daya Alam (SDA) yang baru mencapai Rp 70 triliun per semester-I 2019, atau 37,1 persen dari target sebesar Rp 188,68 triliun.

Advertisement

“Ini juga dipengaruhi oleh turunnya lifting minyak bumi dan gas bumi,” kata Abra kepada JawaPos.com, Jumat (19/7).

Penurunan penerimaan pendapatan negara itu membuat pemerintah meramal bahwa sampai akhir tahun defisit anggaran akan melebar. Defisit anggaran hingga akhir tahun diperkirakan menyentuh Rp 310,8 triliun (1,93 persen dari PDB), melampaui target APBN sebesar Rp 296 triliun (1,84 persen).

Untuk menambal defisit tersebut, Abra menyatakan, pemerintah akan masih mengandalkan penarikan pinjaman luar negeri. Apalagi, kata dia, pemerintah juga telah memproyeksikan pinjaman luar negeri akan mencapai Rp 78,3 triliun (129,9 persen dari target penarikan pinjaman yang disepakati dalam APBN 2019).

“Sedangkan proyeksi penerbitan SBN tetap di bawah pagu APBN 2019 sebesar 98,2 persen dari target APBN 2019,” terangnya.

Sementara itu, ia menyatakan, pemerintah juga dapat melakukan upaya menekan defisit anggaran pada semester II 2019 ini. Salah satunya dengan melakukan efisiensi belanja negara, khususnya yang berupa belanja barang dan belanja subsidi.

Advertisement

“Dari sisi penerimaan, pajak perdagangan digital mestinya sudah bisa dimulai dengan mengenakan PPN berbasis transaksi,” tukasnya.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani hanya menjawab singkat ketika ditanya mengenai prediksi defisit anggaran yang akan melebar pada akhir tahun 2019. Dia hanya memastikan, tidak akan ada rencana pengurangan belanja APBN untuk menekan defisit.

“Tidak ada spesifik pengurangan belanja K/L (kementerian/lembaga), Tapi review tetap dilakukan untuk mengefisienkan belanja agar benar-benar optimal,” kata Askolani kepada JawaPos.com.

Di sisi lain, ia memastikan pemerintah akan melakukan upaya optimalisasi penerimaan negara yang masih lesu. Namun, ia enggan membeberkan secara rinci sektor mana yang akan dimaksimalkan oleh pemerintah.

“Secara keseluruhan, optimalisasi penerimaan akan terus dilakukan dari potensi dan peluang yang dimungkinkan,” tukasnya.

Advertisement

Sebagai informasi, defisit anggaran hingga semester pertama 2019 tercatat sebesar Rp 135,8 triliun atau setara dengan 0,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi defisit anggaran semester I-2019 lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 110,6 triliun atau setara 0,75 dari PDB.

Adapun meningkatnya defisit anggaran tersebut dikarenakan realisasi belanja yang saat ini tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan.

Rinciannya, realisasi pendapatan negara sampai dengan Juni 2019 hanya mencapai Rp 898,8 triliun (41,51 persen dari target APBN 2019). Rinciannya berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 688,94 triliun (38,57 persen dari target APBN 2019) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 209 triliun (55,27 persen dari target APBN 2019).

Sementara itu, realisasi belanja negara sampai tercatat mencapai Rp 1.034 triliun (42,03 persen dari pagu APBN 2019). Rinciannya, untuk belanja pemerintah pusat mencapai Rp 630,57 triliun dan Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp 403,95 triliun.

Pemerintah juga memperkirakan defisit anggaran akan melebar. Defisit anggaran hingga akhir tahun diperkirakan menyentuh Rp 310,8 triliun (1,93 persen dari PDB), melampaui target APBN sebesar Rp 296 triliun (1,84 persen). (jpc)

Advertisement

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...