Connect with us

Nasional

Tak Kantongi Izin, Legislator: Jangan Ada Toleransi, Hentikan Pembangunan Hotel Poltekpar

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Pembangunan hotel Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar terpaksa menuai masalah lantaran tak mengantongi izin.

Hal itu diperoleh dari hasil kunjungan anggota DPRD Makassar ke lokasi, Kamis (1/11). Selain hotel, saat ini juga sementara dilakukan pembangunan gedung untuk ruang kelas baru. Adminisitasi perizinannya juga tak ada.

Legislator kota turun ke lapangan sebagai tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C Bidang Pembangunan. Ketua Komisi Rahman Pina memimpin langsung peninjauan. Ia didampingi anggota komisi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepada BKM (FAJAR group) seusai dari lokasi, anggota Komisi C Susuman Halim mengungkap, penanggung jawab gedung ruang kelas dan hotel tidak dapat memperlihatkan dokumen perizinan yang diminta.

”Artinya jelas, pembangunan hotel dan ruang kelas Poltekpar tidak memiliki kelengkapan izin. Tentu ini sebuah pelanggaran,” terang Sugali, sapaan akrab wakil rakyat ini, kemarin.

Advertisement

Karenanya, legislator Demokrat ini meminta kepada Dinas Penataan Ruang Kota Makassar untuk segera memberi teguran ke penanggung jawab gedung.

Selain itu, Sugali juga meminta kepada penanggung jawab pembangunan untuk segera mengakomodir tuntutan masyarakat agar segera mengangkat sedimentasi di kanal yang perbatasan dengan pemukiman warga.

Rencananya, pada hari Senin (5/11) mendatang, Komisi C DPRD Makassar akan mengeluarkan putusan terkait tuntutan warga Tanjung Merdeka mengenai pembangunan ruang kelas baru dan hotel Poltekpar.

Terus berjalannya pembangunan proyek Poltakpar meski tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sangat disayangkan. Pemkot Makassar terkesan tutup mata dengan tidak mengambil tindakan tegas terhadap pemilik bangunan yang tidak melengkapi persyaratan.

“Tidak boleh ada toleransi lagi. Kalau izinnya tidak ada, pembangunannya harus dihentikan sementara. Karena kalau dibiarkan bisa berdampak ke mana-mana. Bisa-bisa masyarakat menjadikan itu sebagai contoh salah, bahwa mereka bisa membangun meski tanpa izin,” cetus Sugali.

Advertisement

Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar Kamaruddin Olle sebelumnya, mengungkap bahwa tidak satu pun kelengkapan administrasi yang dilengkapi oleh pihak Poltekpar. Sehingga pantas bila pembangunannya dihentikan untuk sementara.

“Sebenarnya ini terkait dengan eksekutif yang lalai dalam pengawasan. Camat dan lurah mestinya harus tegas. Apapun kegiatan pembangunan di daerahnya harus dia tahu. Apalagi sampai melanggar dengan administrasi. Ini tak bisa dibiarkan,” cetusnya.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Penataan Ruang Makassar berjanji untuk segera melayangakn surat teguran dan peringatan kedua kali kepada pemilik bangunan Poltekpar. Langkah tersebut diambil, karena proses pembangunan gedung baru ruang kelas dan hotel tidak dilengkapi dokumen perizinan.

Kepala Dinas Penataan Ruang Makassar Ahmad Kafrawi mengatakan, surat teguran pertama sudah dilayangkan dan diberikan kepada penanggung jawab pembangunan gedung baru melalui anggota DPRD Kota Makassar.

Penyerahannya dilakukan di gedung DPRD, Jalan AP Petta Rani, Kamis (1/11), usai anggota dewan meninjau proyek.
Jika dalam jangka waktu maksimal 2×24 jam pemilik atau penanggung jawab bangunan ruang kelas dan hotel milik Poltekpar tidak merespon, maka surat teguran kedua akan menyusul. Teguran dengan surat diberikan sebanyak tiga kali.

Advertisement

“Sudah ada kita berikan surat teguran. Kemarin itu kita berikan kepada anggota dewan. Suratnya langsung dari staf saya. Ini menyusul surat teguran kedua, kalau masih belum mengurus dokumen perizinannya. Sampai batas tiga kali saja suratnya kalau tidak pasti tindak lebih tegas lagi,” katanya.

Menurut Kafrawi, lahan yang digunakan Poltekpar dalam membangun gedung ruang kelas dan hotel adalah milik pemerintah. Sehingga dalam pengurusan dokumen izin-izinnya pasti dipermudah, dan hanya membayar biaya administrasi.

“Perlu semua tahu, lokasi pembangunan di sana itu adalah aset pemerintah juga. Dalam aturan pengurusan izin, kalau merupakan aset milik pemerintah pasti hanya dibeban biaya administrasi. Saya berharap dengan teguran pertama sudah ada, pengurusan izin sudah dilakukan agar tidak ada lagi masalah,” imbuhnya. (arf/bkm/fajar)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...