Nasional
Tersangka Korupsi Dana Pilkada Ngaku Diotaki "Panglima"
Kabarpolitik.com, BOGOR –Tersangka korupsi dana Pilkada 2018 di tubuh KPU Kota Bogor, Mar Hendro membuka otak di belakangnya.rnDia mengaku, tidak hanya bersama tersangka pertama yang sudah lebih dulu ditahan, HA, melakukan tindak terlarang tersebut. Namun, ada pihak lain termasuk otak di belakangnya yang dia sebut ‘Panglima’.rnMenurut MH, praktik korupsi yang menelan kerugian hingga Rp400 juta lebih itu, bermuara pada perintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan ‘Panglima’.rn“Saya tergantung PPK. Semua perintah PPK sama ‘panglima’. PPK-lah yang lebih tahu, saya menjalankan perintah saja. Tergantung dari ‘panglima’ juga,” kata Mar Hendro.rnNamun, dia masih enggan menyebut siapa sosok panglima yang dimaksud. MH mengaku nantinya bakal buka-bukaan ke mana uang haram tersebut mengalir.rn“Saya akan buka. Yang lebih tahu ya PPK dan pengguna anggaran. Inisial ‘Panglima’ saya enggak komentar dulu,” ujarnya.rnSebelumnya, setelah sebulan lamanya buron, Kejari Kota Bogor akhirnya berhasil meringkus MH, oknum anggota Satpol PP Kota Bogor tersangka korupsi dana Pilkada 2018 Kota Bogor, Kamis (25/7). MH ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Gunungsindur, Kabupaten Bogor.rnMH tiba di kantor Kejari Kota Bogor sekitar pukul 16:10 WIB dikawal penyidik dengan tangan terborgol. “MH ditangkap ditempat persembunyiannya di wilayah Gunungsindur, Kabupaten Bogor,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor, Rade Setya Nainggolan. (jpnn)


