Connect with us

Politik

Titiek Soeharto: Kebijakan Kehutanan Harus Seimbang, Transparan, dan Pro-Masyarakat

Published

on

rnKetua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek), menegaskan bahwa sektor kehutanan Indonesia membutuhkan arah kebijakan baru yang lebih seimbang antara kepentingan lingkungan dan ekonomi. Hal ini ia sampaikan dalam RDPU bersama MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Senin (17/11/2025).rnTitiek menyebut para purnabakti kehutanan sebagai “perpustakaan hidup” yang dapat memberi masukan penting untuk memperbaiki tata kelola hutan yang kini menghadapi tantangan besar. Ia menekankan perlunya pandangan jujur dan objektif untuk mengetahui apa saja yang belum berjalan dan apa yang harus dibenahi.rnData menunjukkan net deforestasi 2024 mencapai 175.400 hektar, meningkat dari tahun sebelumnya, menandakan tekanan terhadap hutan alam masih tinggi. Sementara itu, pagu anggaran kehutanan 2026 telah disepakati sebesar Rp6,039 triliun, dengan fokus pada konservasi, rehabilitasi ekosistem, digitalisasi tata kelola One Map, dan penguatan penegakan hukum.rnPerhutanan sosial juga menjadi prioritas, termasuk hilirisasi produk masyarakat seperti madu hutan, rotan, dan ekowisata. Komisi IV menilai penguatan ekonomi masyarakat harus disertai kepastian akses dan pendampingan, seperti yang mereka soroti di Kalimantan Selatan.rnPemerintah turut mempercepat pengakuan hutan adat dengan target tambahan 70.000 hektar pada 2025, sembari membuka kerja sama internasional dalam rehabilitasi hutan dan solusi iklim berbasis alam.rnLima prioritas kehutanan nasional meliputi digitalisasi layanan, pengelolaan hutan berkeadilan, pemutakhiran peta kawasan, konservasi, dan integrasi isu iklim. Titiek menegaskan bahwa kebijakan kehutanan tidak boleh mengabaikan masyarakat di sekitar hutan.rn“Bagaimana menjaga hutan tanpa menyingkirkan rakyat dari ruang hidupnya? Itulah yang harus kita jawab,” ujarnya.rnKomisi IV memastikan seluruh masukan para senior kehutanan akan menjadi pertimbangan dalam legislasi, anggaran, dan pengawasan. Titiek menegaskan bahwa arah kebijakan harus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan perlindungan masyarakat serta generasi mendatang.rn
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...