Nasional
Tol Suramadu Resmi Digratiskan, Jokowi: Jangan Apa-apa Dikaitkan dengan Politik
Kabarpolitik.com, SURABAYA – Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu hari ini (27/10). Jokowi melontarkan alasan dan latar belakang kenapa menggratiskan Suramadu.
Pembebasan tarif tol tersebut, menurut Jokowi merupakan permintaan dari para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian dan investasi di Madura. “Contoh, dahulu pernah ada investasi untuk penanaman tebu di Madura. Sudah dimulai. Tapi karena masalah biaya logistik dan transportasi, batal terjadi,” kata Jokowi di Suramadu, Sabtu (27/10).
Dia berharap ada investasi pada sektor properti dan pariwisata. Sehingga, akan membuka lapangan kerja. Keputusan menggratiskan akses masuk Suramadu, juga akan memudahkan pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur.
Sehingga, akan ada banyak lapangan kerja yang tercipta dengan pembebasan tarif akses keluar masuk Suramadu. Meski, dia mengakui kalau akan ada pihak yang mengeluh atas penggratisan Suramadu.
“Setiap keputusan, mesti ada plus minusnya. Lalu, jangan apa-apa dikaitkan dengan politik lah. Kalau urusan politik, ya nanti saya gratiskan bulan Maret atau April tahun depan saja,” tegasnya.
Ditanya soal pemasukan negara yang hilang dari akses gratis keluar masuk Suramadu, Jokowi menegaskan bahwa negara tidak akan mengalami kerugian atas penggratisan itu. Sebab, lanjutnya, pemasukan dari tol Suramadu sebelum digratiskan hanya mencapai Rp 120 miliar per tahun.
Apalagi, sudah dua kali tarif tol Suramadu mengalami perubahan. Akses masuk gratis Suramadu pertama kali berlaku bagi kendaran roda dua pada 2015 lalu. Kemudian, tarif Suramadu turun setengah harga khusus kendaraan roda empat dan lebih pada 2016 lalu.
Jokowi mengatakan jika APBN masih mampu menanggung semua biaya tol termasuk perawatan Suramadu. “Saya kira sampai triliunan. Makanya, jangan kamu selalu bawa hitung-hitungan untung dan rugi,” kata Jokowi.
Untuk itu, Jokowi juga mengingatkan jangan sampai ada yang mengaitkan pembebasan tarif tol Suramadu dengan berbagai isu politik yang ada. Menurutnya, penggratisan Suramadu itu urusan ekonomi, investasi, kesejahteraan dan rasa keadilan.
Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin mengatakan, akan memberi izin (investasi) yang efisien, mudah, dan cepat. Dia tidak ingin batalnya investasi pabrik gula di Bangkalan beberapa waktu terulang karena kendala mahalnya akses ke Madura.
“Dahulu ada rencana pembanguna pabrik gula. Tapi batal karena saat tarif tol masih Rp 30 ribu. Jadi, dampaknya akan sangat besar terhadap pengusaha dan menarik investor di Madura,” kata Abdul.
Lebih lanjut, dia mengatakan sudah menyiapkan upaya pembangunan ekonomi setelah Suramadu digratiskan. Dia berencana menggalakkan kembali sektor agrobisnis. Termasuk men-setting pelabuhan Kamal menjadi pelabuhan wisata.
“Kalau memang disetujui oleh pihak pengusaha kapal. Misalnya, merenovasi dengan memanfaatkan kapal-kapal itu jadi restoran yang lalu lalang di bawah Jembatan Suramadu,” katanya. (HDR/JPC)
rn
source


