Connect with us

Politik

Uji Kelayakan Calon Anggota KY Dimulai, Bob Hasan Soroti Lonjakan Perbedaan Putusan Pengadilan

Published

on

Pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) resmi dimulai. Sebanyak tujuh calon anggota hadir di Komisi III DPR RI untuk menjalani proses tersebut.

Nama-nama yang diusulkan Presiden antara lain: F. Willem Saija dan Setyawan Hartono dari unsur mantan hakim; Anita Kadir dan Desmihardi dari unsur praktisi hukum; Andi Muhammad Asrun dan Abdul Chair Ramadhan dari unsur akademisi hukum; serta Abhan dari unsur tokoh masyarakat.

Pada sesi pertama, Setyawan Hartono dari unsur mantan hakim menjadi peserta awal uji kelayakan. Dalam sesi ini, Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menyoroti visi calon terkait mekanisme peradilan di Indonesia yang memiliki berbagai tingkatan. Ia menilai, perbedaan putusan antar-tingkatan kerap memicu kebingungan dan ketidakpuasan masyarakat.

Legislator dari Fraksi Gerindra tersebut juga menyoroti posisi dan fungsi Komisi Yudisial dalam kewenangannya mengawasi perilaku hakim. Menurutnya, putusan hakim di tingkat pertama sering dianggap paling dekat dengan fakta persidangan. Namun, pada tingkat banding dan kasasi, putusan itu dapat berubah drastis, bahkan dalam beberapa kasus dinilai bertolak belakang dengan rasa keadilan publik.

“Banyak perkara yang di tingkat PN sudah memberikan harapan bagi para pencari keadilan. Namun pada tingkat berikutnya justru berbalik. Dampaknya, rasa keadilan masyarakat menjadi terganggu,” ujar Bob Hasan dalam Rapat Uji Kelayakan Calon Anggota KY di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Advertisement

Bob Hasan kemudian mempertanyakan sejauh mana jangkauan KY dalam mengawasi proses dan putusan para hakim, terutama pada tingkat banding dan kasasi yang kerap menjadi titik krusial munculnya ketidakpuasan publik.

Menurutnya, fungsi KY yang berfokus pada pengawasan etik belum cukup jika berbicara mengenai kualitas putusan yang berdampak langsung pada rasa keadilan. Apalagi Mahkamah Agung (MA) memiliki Badan Pengawas internal, sehingga muncul pertanyaan mengenai perbedaan dan batas kewenangan antara KY dan Badan Pengawas MA.

“Apa yang membedakan fungsi KY dan Badan Pengawas MA, serta ke mana arah pembenahan ke depan? Harapan masyarakat sangat besar agar putusan pengadilan sejalan dengan nilai keadilan substantif,” tegasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...