Connect with us

Nasional

Ulama Mufti India: Kondisi Umat Islam di India Baik-baik Saja

Published

on

JAKARTA –Sekretaris Bidang Kerja Sama Kantor Mufti India, Syekh Muhammad An-Nurany mengatakan, berita terkait tekanan agresif terhadap umat Islam di India terlalu dibesar-besarkan dan kenyataanya dalam kondisi yang baik-baik saja.

Hal ini disampaikannya dalam dialog internasional yang digelar secara virtual oleh Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional (HLNKI) MUI, Kamis (24/2/2022).

Dia mengakui bahwa memang ada tindakan-tindakan intoleran dan persekusi oleh segelintir ekstrimis Hindu di beberapa daerah. Namun, kata dia, itu hanyalah riak-riak kecil dalam kehidupan sosial masyarakat India.

“Kejadian-kejadian tersebut sempat terjadi beberapa bulan lalu, dan kondisinya kini dapat diatasi dan telah membaik,” katanya.

Dia menjelaskan, secara umum, hubungan umat Islam dan umat Hindu berjalan dengan baik, serta berada dalam kondisi yang aman, damai, dan stabil.

Advertisement

Terkait dengan naiknya Rezim Pemerintah yang militan Hindu, dia tidak menampik bahwa hal itu seolah menjadi energi penggerak radikalisme Hindu. Namun demikian, lanjutnya, pemerintah India tetap bersikap baik terhadap umat Islam.

Nurani, sapaan akrabnya, menuturkan, Pemerintah India selalu bersikap netral kepada semua agama dan tidak ada perlakuan khusus bagi agama tertentu termasuk Hindu.

“Umat Islam di India benar-benar menikmati kebebasan dalam menjalankan dan mengekspresikan agamanya. Hubungan pemerintah dengan umat Islam sangatlah baik, umat Islam di India tidak dihalangi untuk melakukan aktifitas sosial keagamaanya,” tuturnya.

Nurani menunjukkan bukti bahwa kebebasan yang dirasakan Muslim India membuat mereka berhasil mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan Islam dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

“Lembaga-lembaga pendidikan agama dan rumah sakit yang didirikan oleh umat Islam semakin berkembang pesat. Bahkan kegiatan ceremonial keagamaan, dakwah Islam, dan perayaan hari besar Islampun dapat dengan bebas mereka laksanakan dengan aman,” ujarnya.

Advertisement

Tidak hanya itu, Nurani menyebut, saking leluasanya umat Islam beraktifitas di India, sampai-sampai Mufti India, yaitu Syekh Abu Bakar, mampu membangun 3500 masjid di seluruh India, dan proyek-proyek lainnya dengan seorang diri.

“Salah satu bukti kongkrit adanya kebebasan dan keamanan yang dirasakan umat Islam India adalah berdirinya City of Knowledge (Madinah al-Ma’rifah) di Kota Kerala-India, dua hari perjalanan dengan kereta dari New Delhi,” sambungnya.

Kota Karela merupakan pusat peradaban Islam yang didirikan diatas lahan seluas lebih dari 300 hektar yang terdapat Universitas Markaz at-Tsaqadah al-Islamiyah yang membuka berbagai fakultas di bidang ilmu-ilmu umum dan agama.

Meskipun universitas ini disebut universitas Islam, tetapi membuka kesempatan bagi mahasiswa India non Muslim untuk belajar disana. Semua mahasiswa yang kuliah disana mendapatkan beasiswa penuh dari kampus yang biayanya berasal dari para dermawan Muslim India.

Di kota pengetahuan ini pun teradapat hotel-hotel, apartemen, rumah sakit, perpustakaan, dan masjid terbesar di India. Penduduk Muslim di kota ini sebanyak 50% dari keseluruhan penduduknya. Hal ini membuktikan bahwa umat Islam di India bebas berkreasi dan beraktifitas.

Advertisement

“Bagi umat Islam India, letupan-letupan yang ditimbulkan oleh segelintir kecil Hindu radikal tidak perlu disikapi secara reaktif, karena hal itu justru akan menimbulkan madharat yang lebih besar,” ungkapnya.

Dia menyebut para ulama India atas arahan Mufti India terbukti menunjukkan kepemimpinan umat yang baik. Dia menambahkan, atas arahan para ulama juga, umat Islam di India mampu bersabar dan bijak dalam menyikapi tindakan-tindakan agresif atas mereka.

“Kematangan kepemimpinan ulama terbuktif efektif membuat umat menjadi matang dan bijak dalam bersikap, seolah mereka ingin menegaskan bahwa energi positif yang mereka tebarkan akan sangat efektif untuk menghadapi dan melenyapkan benih-benih kebencian dan permusahan dari siapapun,” tegasnya.

Dialog ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dari komisi HLNKI MUI di antaranya Dr. Ali Hasan Bahr, Dr.Ubaidilah, Dr. Andy Hadiyanto, Dubes Safira Mahrusah, ust Yanuardi, ust Ghazali Munawar, ust Muh. Faisal, KH. Tajul Mafakhir, ust Ihsan Nahromi, dan dari komisi Fatwa MUI, Dr. Fakhrurozi.

Nurani yang juga dosen di Universitas Markaz at-Tasaqaf al-Islamiyah Vity of Knowledge India ini berharap, MUI dan Diyar Mufti India bisa menjalin kerja sama, khususnya dalam bidang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Muslim.

Advertisement

Selain itu, ia juga berharap agar bisa terjadi pertukaran pengalaman antara MUI dan Diyar Mufti India dalam pembinaan umat Islam.

Menanggapi harapan tersebut, para peserta dialog dari komisi HLNKI MUI sangat antusias, dan menjanjikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan forum pertemuan yang lebih luas antara ulama India dan Indonesia.

Hal ini demi membahas berbagai hal khususnya upaya memperkuat moderasi berama dan peningkatan kualitas hidup umat Islam.

(Sadam Al-Ghifari/Fakhruddin)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...