Politik
Utang Rp11 Triliun, Obon Kritik Keras Pengelolaan Merpati dan Nasib Eks Karyawan
Published
3 bulan agoon
Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, menyoroti pengelolaan dana pensiun mantan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines. Ia menilai terdapat prinsip krusial yang belum dijelaskan secara gamblang, yakni keterpisahan kekayaan antara perusahaan dan dana pensiun.
Menurutnya, prinsip tersebut merupakan dasar dalam pengelolaan dana pensiun sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.
“Dana pensiun itu memiliki prinsip utama, salah satunya harus ada keterpisahan kekayaan antara perusahaan dengan dana pensiun,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama Dirjen PHI Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI dan perwakilan BUMN di Gedung Nusantara I DPR RI, Rabu (15/4/2026).
Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa dana pensiun merupakan hak mutlak pekerja yang berasal dari tabungan selama masa kerja. Ia menilai persoalan ini belum tersentuh secara serius dalam skema penyelesaian yang ditawarkan pemerintah.
Selain itu, Obon juga mengkritisi ketimpangan antara aset perusahaan yang tersisa dengan total utang yang mencapai Rp11 triliun. Ia menilai, mengandalkan kurator semata tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan sebesar itu.
Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII itu juga menyoroti pola penanganan kasus kepailitan di sejumlah BUMN yang dinilai belum optimal, bahkan kerap memberikan contoh yang kurang baik jika dibandingkan dengan perusahaan swasta.
Lebih lanjut, Obon mengingatkan agar pemerintah tidak terus menerus melempar tanggung jawab ke kementerian lain atau lembaga tertentu setiap kali terjadi persoalan manajemen di tubuh BUMN. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah kejelasan tanggung jawab dan langkah konkret penyelesaian.
Sebagai solusi, ia mengusulkan agar DPR dan pemerintah segera menyusun jadwal penyelesaian yang jelas terkait pemenuhan hak para pekerja. Ia juga meminta transparansi mengenai kondisi terkini dana pensiun PT Merpati sebelum menentukan langkah lanjutan.
Menutup pernyataannya, Obon menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib para eks karyawan yang kini menghadapi kesulitan, termasuk dalam mengakses jaminan sosial dan layanan kesehatan akibat status hukum yang belum tuntas.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

