Connect with us

Politik

NasDem Menerima Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2022 dengan Catatan

Published

on

JAKARTA (7 September): Fraksi Partai NasDem menyatakan dapat menerima RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2022 untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Meski demikian, NasDem memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi agar dapat menjadi bahan perbaikan tata kelola keuangan negara ke depan.

Demikian disampaikan anggota Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah, dalam Rapat Kerja Badan Anggaran bersama Pemerintah, Pembicaraan Tingkat I RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2022, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/9).

“Fraksi Partai NasDem menganggap bahwa pelaksanaan APBN 2022 telah dilaksanakan dengan memerhatikan prinsip-prinsip good governance sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata Charles.

Ia mengatakan, secara umum NasDem memahami tantangan dan gejolak yang dihadapi perekonomian nasional pada 2022 tidaklah mudah. Tiga tahun pasca pandemi, proses pemulihan ekonomi Indonesia dihadapkan dengan ketidakpastian akibat ketegangan dan persaingan geopolitik yang mengakibatkan disrupsi perekonomian global.

Di tengah risiko volatilitas lingkungan global, lanjut Charles, perekonomian nasional mampu melanjutkan pemulihan yang semakin kuat. Kerja keras APBN sebagai shock absorber berhasil menjaga momentum pemulihan dan terbukti tangguh meredam guncangan dan ancaman ketidakpastian.

Advertisement

“Pelaksanaan APBN tahun 2022 yang mencatatkan kinerja positif sejalan dengan perekonomian domestik yang membaik, serta semakin terkendalinya pandemi covid-19. Meskipun memang kita tidak sama sekali imun, daya tahan perekonomian cukup baik, dengan pertumbuhan yang tetap terjaga,” tandasnya.

Fraksi NasDem memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi terkait pelaksanaan APBN 2022 agar dapat menjadi bahan perbaikan tata kelola keuangan negara yang efektif, efisien dan akuntabel di masa yang akan datang.

Pertama, NasDem meminta pemerintah mengoptimalkan penerimaan perpajakan. Meski melampaui target 114% atau sebesar Rp2.034,5 triliun, masih ada ruang fiskal yang cukup besar jika pemerintah mampu mengatasi permasalahan kekurangan dan keterlambatan penerimaan pajak.

Kedua, pemerintah diminta untuk memerkuat pengawasan dan pengendalian menteri/pimpinan lembaga dalam pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Piutang Bukan Pajak serta penyelesaiannya.

“Hal tersebut berkaitan dengan masih terdapatnya permasalahan terkait keterlambatan pembayaran ataupun kurang pungut serta penerimaan PNBP yang belum memiliki dasar hukum,” lanjut Charles.

Ketiga, NasDem meminta pemerintah menyempurnakan mekanisme penganggaran untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam proses penganggaran dan mengidentifikasi sebab mendasar terjadinya permasalahan berulang dalam pengelolaan belanja, dan selanjutnya mengembangkan sistem pengendalian yang efektif untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya permasalahan berulang tersebut.

Selain itu, Fraksi Partai NasDem mengharapkan pemerintah untuk mengoptimalkan penyelesaian piutang negara yang macet, terutama pada debitur kategori BUMN, dan mengamankan hak tagih piutang negara dalam proses likuidasi.

Advertisement

Terakhir, pemerintah diminta mengambil langkah serius mengatasi masalah terkait pengelolaan aset negara.Terutama pencatatan ganda aset, baik pencatatan ganda antar KL, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, antara BUMN dan badan lainnya, permasalahan aset dalam status sengketa dan aset idle serta permasalahan bukti kepemilikan aset.(dis/*)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...