Connect with us

Politik

Desak Keadilan untuk Brigadir Nurhadi, Martin Tumbelaka Tekankan Transparansi Penegakan Hukum

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kematian Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan, Lombok, pada April lalu. Ia menekankan pentingnya transparansi dan ketegasan dalam penegakan hukum, mengingat kasus ini diduga melibatkan sesama anggota kepolisian.

“Kita harus memastikan proses hukum berjalan jujur dan imparsial. Ini menyangkut nyawa anggota Polri sendiri, dan ada dugaan keterlibatan sesama aparat. Jangan sampai muncul kasus Sambo jilid dua,” tegas Martin melalui keterangan tertulis, Rabu (25/6/2025).

Diketahui, Polda NTB telah menetapkan dua anggota Propam sebagai tersangka, yakni Kompol I Made Yogi Purusa (YG) dan Ipda Haris Chandra (HC/AC). Keduanya dipecat secara tidak hormat dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian serta Pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang mengakibatkan kematian.

Direskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, menyatakan hasil ekshumasi dan otopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Brigadir Nurhadi.

Martin menyesalkan lambatnya proses penahanan dan minimnya informasi soal motif maupun peran masing-masing tersangka. Ia menilai hal ini bisa merusak kredibilitas Polri dan mencederai rasa keadilan.

Advertisement

“Penyidikan tidak boleh berhenti di penetapan tersangka. Publik berhak tahu motif, kronologi, dan relasi para pihak. Ini penting agar tidak menjadi bola liar,” ujarnya.

Legislator dapil Sulawesi Utara itu juga menegaskan pentingnya pendampingan hukum dan psikososial bagi keluarga korban.

“Yang harus dijaga bukan hanya reputasi institusi, tapi integritas hukum. Jika ada pelanggaran, harus diungkap dan diproses sesuai aturan,” katanya.

Lebih lanjut, Martin mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal Polri, khususnya fungsi pembinaan etik dan profesi. Ia menilai keterlibatan anggota Propam dalam tindak pidana merupakan indikasi persoalan struktural yang serius.

“Komisi III DPR akan terus mengawal kasus ini. Korban dan keluarganya berhak atas kebenaran dan keadilan. Negara harus hadir menjaga martabat setiap warga, termasuk aparatnya sendiri,” pungkas politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...