Connect with us

Politik

RUU KUHAP Dianggap Tertutup, Habiburokhman: DPR Terbuka, Silahkan Datang dan Sampaikan Aspirasi

Published

on

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) berlangsung secara transparan dan terbuka. Pernyataan ini disampaikan merespons aspirasi mahasiswa yang menggelar demonstrasi di luar Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025).

“Kami dengar aspirasi teman-teman mahasiswa. Itu sah-sah saja. Tapi DPR ini rumah rakyat, pintu kami terbuka. Kalau ingin berdialog langsung dengan semua fraksi, silahkan datang ke dalam. Tak perlu berpanas-panasan di luar,” ujar Habiburokhman dalam konferensi pers di Ruang Rapat Komisi III.

Ia bahkan mempersilakan masyarakat yang ingin menyaksikan langsung jalannya pembahasan, baik dari ruang rapat maupun balkon pengunjung, selama kapasitas memungkinkan.

“Kalau ingin ikut rapat, silakan. Kalau perlu kita beli gorengan bareng di kantin. Kita ini terbuka. Akses informasi dan ruang partisipasi tidak kami tutup,” undangnya.

Politisi Fraksi Gerindra itu membantah tudingan bahwa pembahasan dilakukan secara tertutup. Ia menegaskan, seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme formal: mulai dari rapat kerja dengan pemerintah, pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) di Panja, hingga saat ini memasuki tahap Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin).

Advertisement

“Karena hanya sekitar 20 persen DIM yang berubah, Panja bisa menyelesaikan pembahasan dalam dua hari. Setelah itu, Timus dan Timsin bertugas menyempurnakan aspek redaksional dan teknis,” jelasnya.

Timus dan Timsin, lanjut Habiburokhman, melibatkan tenaga ahli DPR, Badan Keahlian, serta tim teknis dari Kementerian Hukum dan HAM. Saat ini, batang tubuh RUU sudah rampung dan tim sedang menyelesaikan bagian penjelasan.

Meski proses di Timus dan Timsin tidak ditayangkan secara langsung karena bersifat teknis, Komisi III tetap membuka akses informasi dan menerima masukan masyarakat kapan pun.

Ia juga menegaskan bahwa pembahasan RUU belum selesai sepenuhnya. Draf yang telah disusun Timus dan Timsin akan kembali dibahas di Panja untuk finalisasi, termasuk peluang memasukkan substansi baru dari masyarakat sipil.

“Ada usulan dari Komnas Perempuan dan LBH soal afirmasi terhadap perempuan. Kalau disetujui fraksi, bisa kami masukkan dalam naskah akhir,” ungkapnya.

Advertisement

Setelah Panja, pembahasan akan berlanjut ke rapat pengambilan keputusan tingkat pertama, lalu disahkan melalui Rapat Paripurna. Namun demikian, ruang evaluasi masih terbuka hingga saat akhir pengesahan.

Menutup konferensi pers, Habiburokhman yang didampingi oleh anggota Komisi III DPR RI—Martin Daniel Tumbelaka (Gerindra), Rudianto Lallo (NasDem), dan Nasir Djamil (PKS)—menegaskan bahwa Komisi III berkomitmen menjaga proses legislasi tetap terbuka, partisipatif, dan akuntabel.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...