Connect with us

Politik

Melly Goeslaw: Revisi UU Hak Cipta Jangan Bebani Industri Musik

Published

on

DPR RI tengah serius menggodok revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU HC). Revisi ini dinilai penting untuk memperkuat kepastian hukum serta menciptakan ekosistem industri kreatif yang sehat, adil, dan berdaya saing.

Anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw, menegaskan bahwa proses revisi akan dilakukan secara hati-hati. Tujuannya agar tidak menambah beban, khususnya bagi para pelaku industri musik.

“Revisi ini tidak boleh menyulitkan kreator dan pelaku industri musik. Di saat yang sama, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hak cipta juga harus ditumbuhkan,” ujar Melly, Selasa (5/8/2025).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, revisi UU HC nantinya tidak hanya menyentuh aspek musik, melainkan seluruh karya intelektual. Oleh karena itu, penyusunan regulasi harus cermat agar mampu melindungi semua pihak secara menyeluruh.

Terkait pelanggaran hak cipta oleh salah satu gerai makanan yang baru-baru ini mencuat, Melly menilai kejadian semacam itu seharusnya bisa dicegah, mengingat regulasinya sudah ada dan telah disosialisasikan sejak lama.

Advertisement

“Sudah diperingatkan berkali-kali. Aturannya sudah ada, dan seharusnya pelanggaran semacam ini tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga menyoroti polemik penarikan royalti lagu yang dianggap membebani pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa regulasi yang dibuat harus adil dan tidak menyulitkan kedua belah pihak baik pelaku usaha maupun pencipta lagu.

“Sudah kami minta Kementerian Hukum dan HAM serta LMKN menyusun aturan teknis yang transparan dan tidak memberatkan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Ketua Umum Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Dharma Oratmangun, menekankan bahwa pembayaran royalti merupakan bentuk kepatuhan hukum dan penghargaan terhadap hak cipta musisi. Ia menyebut tarif royalti di Indonesia tergolong paling rendah dibandingkan negara lain.

“Bayar royalti itu bagian dari taat hukum. Kalau tidak mau, ya konsekuensinya bisa kena sanksi,” tegasnya.

Advertisement

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM, tarif royalti untuk restoran dan kafe ditetapkan sebesar Rp60 ribu per kursi per tahun untuk hak pencipta dan Rp60 ribu untuk hak terkait (penyanyi dan produser), sehingga total mencapai Rp120 ribu per kursi per tahun.

Meski tergolong rendah, sejumlah pelaku usaha menilai tarif ini tetap menjadi beban, terutama di tengah persaingan bisnis yang makin ketat. Di sisi lain, musisi dan pelaku industri kreatif menilai royalti adalah bentuk penghargaan yang wajar demi keberlanjutan industri musik nasional.

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa royalti yang dikumpulkan LMKN bukanlah pajak atau cukai negara, melainkan bentuk imbal balik kepada pencipta, penyanyi, dan pemilik lagu. LMKN adalah lembaga non-pemerintah yang ditunjuk secara resmi oleh Menkumham.

Supratman menyebut, pada awal pemberlakuan UU HC, royalti yang berhasil dikumpulkan LMKN hanya sekitar Rp400 juta per tahun. Kini, angka tersebut melonjak signifikan menjadi sekitar Rp200 miliar per tahun.

“Angka ini menunjukkan progres, tapi masih kecil jika dibandingkan potensi industri musik kita. Karena itu, kami akan terus mendorong perlindungan dan penghargaan terhadap hak para pencipta,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...