Politik
Bambang Haryadi Dorong RUU Migas, Negara Harus Kuasai Pengelolaan Migas
Published
13 jam agoon
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menegaskan penguatan penguasaan dan pengusahaan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) oleh negara menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas.
Hal tersebut disampaikan Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026), saat RUU Migas memasuki tahap pengharmonisasian di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.
Menurut Bambang, regulasi baru harus memastikan pengelolaan migas berjalan sesuai amanat Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 serta putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami lebih concern kepada isinya. Isinya adalah memperkuat lifting kita ke depan. Dan juga menjalankan perintah MK yang mengamanatkan bahwa penguasaan dan pengusahaan harus dikelola oleh badan usaha milik negara atau badan usaha khusus,” ujar Bambang.
Pejuang Politik Fraksi Gerindra tersebut menjelaskan, prinsip penguasaan negara akan mencakup seluruh rantai kegiatan usaha hulu migas. Salah satu substansi penting yang dibahas adalah kelembagaan Badan Usaha Khusus Minyak dan Gas Bumi (BUK Migas).
Ia mengatakan, pembentukan BUK Migas merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan prinsip penguasaan negara sebagaimana amanat putusan MK. Sementara terkait bentuk dan mekanisme kelembagaannya, Bambang menyebut pengaturan teknis dapat ditetapkan pemerintah melalui aturan pelaksana.
“Soal BUK Migas itu nanti diaturnya seperti apa, itu kita serahkan ke pemerintah. Kita hanya membuat tata aturan di undang-undangnya saja,” jelasnya.
Bambang menilai kebutuhan pembentukan RUU Migas semakin mendesak mengingat produksi dan lifting minyak nasional masih menghadapi tantangan. Berdasarkan paparan Komisi XII, Indonesia bahkan telah menjadi net importir minyak sejak 2008, dengan konsumsi minyak jauh lebih tinggi dibandingkan produksi dalam negeri.
Karena itu, ia berharap pembahasan RUU Migas yang telah berlangsung cukup panjang dapat segera menemukan titik temu dan menghasilkan regulasi yang mampu memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan produksi migas nasional.
“Kenapa kok selalu mental? Revisi kan bolak-balik dari 2015, 2019 mulai lagi, 2023 batal lagi,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, pemerintah juga memiliki kepentingan besar untuk mendorong penyelesaian RUU tersebut seiring tren lifting minyak nasional yang masih menurun.
“Lifting turun terus. Kemarin kita capaian di bawah 600, target APBN 605. Mudah-mudahan bisa naik lagi,” pungkas Bambang.
Andre Rosiade Apresiasi Danantara, Kinerja BUMN Dinilai Makin Moncer
Dasco: Surpres Calon ADK OJK Segera Diproses, Komisi XI Akan Gelar Fit and Proper Test
Lifting Minyak Terus Turun, Ramson Siagian Dorong RUU Migas Segera Tuntas
Optimistis Ekonomi Melesat, Andre Rosiade Puji Gebrakan Presiden Prabowo di Pendidikan dan Kesehatan
Sufmi Dasco Ungkap DPR Mulai Bahas Revisi UU Pemilu Jelang Seleksi KPU
Swasembada 8 Komoditas, Bambang Haryadi: Ini Prestasi yang Harus Diapresiasi
Dasco: RUU Perampasan Aset Terus Berproses, Partisipasi Publik Dibuka Luas
Kamrussamad Minta Danantara Ungkap Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

