Politik
Lifting Minyak Terus Turun, Ramson Siagian Dorong RUU Migas Segera Tuntas
Published
1 bulan agoon
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ramson Siagian, menegaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) harus berfokus pada substansi untuk menjawab persoalan penurunan produksi atau lifting minyak nasional.
Menurut Ramson, mekanisme pembentukan undang-undang memang penting, tetapi substansi regulasi harus mampu memberikan solusi terhadap lifting minyak yang kini berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
“Orang kadang-kadang hanya melihat mekanisme pembuatan undang-undang. Padahal yang penting itu substansinya, bagaimana supaya bisa menjawab persoalan penurunan produksi atau lifting minyak yang sangat anjlok,” ujar Ramson dalam Rapat Harmonisasi RUU Migas di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan, persoalan lifting migas telah berlangsung cukup lama. Produksi minyak nasional yang sebelumnya pernah mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari terus mengalami penurunan hingga kini berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
Karena itu, Ramson menilai revisi UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat pengelolaan sektor migas nasional.
“Sejak 2015 sudah berupaya di Komisi Energi, Komisi VII dulu. Periode 2019-2024 juga tidak jadi-jadi revisi UU Migas, sekarang berproses,” ucapnya.
Salah satu isu yang menurutnya perlu diperjelas adalah posisi Badan Usaha Khusus Minyak dan Gas Bumi (BUK Migas) sebagai kelembagaan baru dalam pengelolaan sektor hulu migas.
“Kita belum tahu BUK Migas itu nanti diposisikan oleh siapa. Bisa saja oleh Pertamina. Penempatannya nanti di dalam finalisasi undang-undang ini,” katanya.
Di sisi lain, Ramson menjelaskan bahwa dari sisi kelembagaan, Baleg lebih berfokus pada aspek prosedural dan mekanisme pembentukan undang-undang. Hal tersebut penting untuk memastikan RUU Migas tidak bermasalah secara hukum dan tidak mudah digugat melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Baleg tentunya harus melihat mekanisme pembuatan undang-undang supaya suatu saat tidak ada upaya membatalkan undang-undang itu dari sisi mekanisme MK,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Ramson menambahkan, proses harmonisasi saat ini juga menghadapi persoalan teknis setelah sejumlah ketentuan UU Migas masuk dalam rezim Undang-Undang Cipta Kerja. Karena itu, Baleg masih mencari format yang tepat agar proses pembentukan RUU Migas sesuai dengan kaidah peraturan perundang-undangan.
“Yang penting pertama tentunya apa substansinya, tetapi kedua prosedurnya. Nah, ini sekarang yang dihadapi di sini, prosedur dan mekanismenya yang belum clear di Badan Legislasi dalam proses harmonisasi,” pungkasnya.
You may like
Sudiyono Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bojonegoro
Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Perkuat Transportasi Terpadu Jakarta
Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Presiden Prabowo: Bukti Pusat dan Daerah Bisa Gotong Royong
Di Tengah Peresmian LRT, Presiden Prabowo Sampaikan Duka untuk Korban KM Virgo
Naik LRT Bareng Presiden Prabowo, Warga Rasakan Transportasi Publik yang Nyaman
Presiden Prabowo Subianto Jajal LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, PP PIRA Salurkan Bantuan Air Bersih di Sejumlah Daerah
Fraksi Gerindra Gelar FGD RUU Sisdiknas, Serap Masukan Akademisi dan Praktisi Pendidikan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

