Connect with us

Politik

Muhammad Kadafi: Anggaran Pendidikan 2027 Harus Menjawab Persoalan Masyarakat

Published

on

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Kadafi, menegaskan bahwa penyerapan anggaran pendidikan tahun 2027 tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya anggaran, tetapi harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak terhadap persoalan pendidikan yang dirasakan masyarakat. Hal itu disampaikan Muhammad Kadafi dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin (31/8/2026).

Menurut Kadafi, kebutuhan anggaran pendidikan memang besar dan harus disesuaikan dengan berbagai prioritas. Namun, pemerintah harus memastikan kebutuhan pendidikan yang paling mendasar tetap menjadi perhatian utama. “Ketika kita berbicara mengenai anggaran, persoalannya bukan semata-mata seberapa besar anggaran yang tersedia. Yang paling utama adalah bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar mampu menjawab persoalan pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus berdampak pada pendidikan masyarakat,” ujar Kadafi.

Ia mengatakan, ada sejumlah persoalan yang harus menjadi prioritas dalam penggunaan anggaran pendidikan. Di antaranya pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar, peningkatan kesejahteraan guru, pemerataan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Kadafi juga mendorong Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk terus memastikan kualitas pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan secara nyata.

Selain itu, Kadafi meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap berbagai program pendidikan yang telah dan sedang dijalankan. Menurutnya, program-program baru seperti sekolah terintegrasi, Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, dan program lainnya harus diukur secara objektif manfaat dan keberhasilannya.

Advertisement

“Program-program tersebut harus dievaluasi. Kita perlu melihat sejauh mana keberhasilannya dan sejauh mana manfaatnya, termasuk manfaat bagi sekolah-sekolah di sekitarnya,” tutur Kadafi. Ia menambahkan, keberhasilan anggaran pendidikan tahun 2027 pada akhirnya harus dapat dirasakan langsung oleh guru dan peserta didik

Legislator asal daerah pemilihan Lampung 1 ini mengatakan, setidaknya ada tiga indikator yang dapat digunakan untuk melihat keberhasilan kebijakan anggaran pendidikan. Pertama, meningkatnya kesejahteraan guru. Guru harus benar-benar merasakan adanya perubahan dan peningkatan kesejahteraan dalam menjalankan profesinya. Kedua, semakin mudahnya anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas. Pendidikan tidak boleh hanya diukur dari kemampuan anak untuk bersekolah, naik kelas, atau memperoleh ijazah, tetapi juga dari kualitas pendidikan yang mereka terima.

“Bukan hanya mereka sekolah, naik kelas, dan mendapatkan ijazah, tetapi mereka benar-benar memperoleh pendidikan yang berkualitas dan mampu mempersiapkan masa depan mereka,” tegasnya.

Ketiga, lanjut Kadafi, pemerintah harus memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Hal tersebut menjadi semakin penting karena Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi. Jangan sampai kualitas pendidikan anak-anak di perkotaan jauh lebih baik dibandingkan anak-anak di daerah, khususnya mereka yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Jangan sampai anak-anak di kota memiliki kualitas pendidikan yang jauh lebih unggul dibandingkan anak-anak di daerah, terlebih mereka yang berada di wilayah 3T,” katanya.

Advertisement

Kadafi menegaskan, pembangunan pendidikan harus diarahkan untuk menciptakan kesetaraan kesempatan bagi seluruh anak Indonesia. Karena itu, pembahasan anggaran pendidikan 2027 harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama kelompok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan kualitas pendidikan.

“Menurut kami, yang paling penting adalah memastikan anggaran pendidikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, dan mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...