Connect with us

Nasional

Pakaian Bekas dari Singapura Lolos, Sri Mulyani Didesak Copot Dirjen Bea Cukai

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Nasional Corruption Watch (NCW) menduga ada ‘Permainan’ dokumentasi dalam proses importasi dan eksportasi yang terjadi di sejumlah belabuhan di Indonesia. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum NCW Syaiful Nazar menyikapi penyelundupan barang impor limbah (pakaian bekas) dari Singapura yang berhasil dibongkar oleh petugas Bea Cukai Belawan, Medan Sumatra Utara yang dikirim dari pelabuhan Batam.

Menurut dia, metode dan sistem praktik kotor yang terjadi di Bea Cukai saa ini tidak jauh berbeda dengan era sebelum reformasi. Hal itu dapat terlihat secara kasat mata bahwa kejahatan yang melibatkan pejabat-pejabat Bea Cukai baik ditingkat pusat maupun wilayah – terus berjalan. Kejahatan berkelompok itu, tentu, bertujuan untuk mencuri hak-hak negara untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

“Kejahatan yang terjadi di Bea dan Cukai saat ini seperti air mancur, yang mengalir dari bawah ke atas. Artinya praktik suap terjadi dilakukan oleh pegawai kalangan bawah yang memberiakn setoran ke atas,” ungkap Syaiful, Kamis (20/9).

Sambung dia, kejahatan yang terjadi di Bea Cukai pada era sebelum reformasi sangat transparan. Akan tetapi setelah reformasi dan berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), praktik kotor di Bea Cukai lebih rapih.
“Peredaran uang hasil kejahatan di bidang impor dan ekspor angat rapih permainan dan pembagiannnya sehingga tidak mudah terdeteksi,” ucap dia.

Seperti baru-baru ini 9 kontainer berisi pakaian bekas (ballpress). berjumlah 2500 ball yang keluar dari Batam, lalu ditangkap Bea Cukai Belawan. Dalam kasus tersebut pejabat Bea dan Cukai Batam berdasarkan dokumen importasi diduga meloloskan barang tersebut.

Advertisement

“Lalu, mengapa ditangkap sesama Bea dan Cukai kalau proses kelengkapan dokumen dan pajak telah dipenuhi ?. Apakah tidak ada lagi koordinasi diantara para pejabat Bea dan Cukai ? Ataukah, yang meloloskan adalah kelompok ‘kartel’ lain dan yang menangkap adalah kelompok ‘kartel’ lain, kendati sama-sama adalah pejabat Bea dan Cukai. Ataukah, pembagian hasil yang tidak merata,” ungkap dia.

Menurut dia, pengiriman barang tersebut menggunakan sarana angkut KM Pratiwi Satu (Voy 20/2018) dengan rute Batam – Belawan, dengan Importir PT. Nika Bejana Mas (domisili Batam) dan PPJK CV. Nika Jaya Utama (domisili Batam). Berdasarkan B/L No. 05 s/d 07/pst/20/BTM-BLW/2018, tanggal 21 Agustus 2018. Adapun pemeilik barang adalah Samuel beralamat di komplek Harmoni Comersial Estate C-8/ L, Medan.

“Modus operandi impor barang dari Singapur masuk ke Batam, dokumennya diberitahukan sebagai Paper Pallet sebanyak 1782 pcs seakan-akan barangnya sesuai dengan dokumen sehingga ditetapkan Pajak yang harus dibayar sebesar Rp50 juta. Selanjutnya dari Batam menuju Belawan, untuk antar pulau mempergunakan dokumen PPFTZ No. 2888829, 289070, 289074, tanggal 13 Agustus 2018. Kontainer No : SPNU 4607883, SPNU 4613799, SPNU 4618297, SPNU 4618954, SPNU 4620355, SPNU 4622569, SPNU 4625001, SPNU 4627133, SPNU 4638190,” bebernya.

Selanjutnya, sesampai di Belawan, petugas Bea Cukai mencurigai bahwa 9 kontainer itu sebagai Paper Pallet sebanyak 1782 pcs, setelah diperiksa ternyata isinya berupa pakaian bekas (Ballpress).

Pihaknya menduga adanya kerja sama antara pemilik barang importir, PPJK, dan oknum pejabat-pejabat Bea dan Cukai Batam diantaranya, Kepala Seksi Pabean, Kepala Bidang Pabean, Kepala Bidang P2 dan Kepala Kantor.

Advertisement

NCW menduga ada keterlibatan petinggi di Bea Cukai, karena Kanwil Bea Cukai Belawan Sumatera Utara sebelumnya telah melaporkannya kepada Diretur P2. Namun Direktur P2 meminta agar jajaran Bea dan Cukai Belawan untuk sementara waktu tidak melakukan proses penyidikan terhadap kasus tersebut.

“Ataukah, ada upaya menutupi dan melindungi pejabat-pejabat di Bea dan Cukai Batam karena yang menduduki jabatan-jabatan penting di Batam adalah kelompok Dirjen Bea dan Cukai alias kawan-kawan seangkatan Prodip IV dan Prodip VI,” ucapnya.

Terkait dengan kasus tersebut, pihak NCW telah menyampaikan surat klarifikasi kepada Dirjen Bea dan Cukai, surat No 072/SK-DPP-NCW/IX/2018 tgl (18/9).

“Dikarenakan kasus tersebut berpotensi merong-rong kewibawaan Pemerintahan Jokowi – JK. Apalagi pada kenyatannya Ballpress itu (pakaian bekas) adalah tergolong limbah. Ironisnya, hampir menyeluruh ditengah-tengah kota besar di Indonesia memperdagangkan pakaian bekas dan ini jelas sangat memalukan. NCW mengusulkan kepada Menteri Sri Mulyani Indrawati agar segera mengganti Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi dan kroni – kroninya,” pungkasnya. (***/Fajar)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...