Politik
Bahtra Banong: DPR Prioritaskan Pembahasan RUU Pemilu untuk Perkuat Demokrasi
Published
3 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan bahwa DPR RI memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Menurutnya, revisi regulasi kepemiluan harus mampu menjawab berbagai kebutuhan penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan hukum.
Bahtra mengatakan, Komisi II DPR RI pada prinsipnya telah siap memasuki pembahasan substansi RUU Pemilu. Namun, sebelum pembahasan dilakukan secara mendalam, DPR masih membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan.
“Terkait pasal-pasal yang akan dibahas, Komisi II pada prinsipnya sudah siap. Namun kami tetap membuka ruang partisipasi publik agar penyusunan RUU ini semakin komprehensif,” ujar Bahtra di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, komitmen DPR adalah menghadirkan regulasi yang tidak hanya menjamin kelancaran pelaksanaan pemilu, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas demokrasi secara keseluruhan.
“Komisi II dan DPR berkomitmen untuk segera melanjutkan pembahasan RUU Pemilu agar dapat menghasilkan regulasi yang lebih baik,” katanya.
Menurut Bahtra, revisi RUU Pemilu juga akan mengakomodasi sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan sistem kepemiluan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah putusan terkait keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan legislatif.
“Termasuk putusan MK mengenai keterwakilan perempuan 30 persen. Menurut kami, itu merupakan langkah yang baik untuk memperkuat partisipasi dan representasi perempuan dalam politik,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh materi dan substansi dalam RUU Pemilu masih akan dibahas secara mendalam bersama berbagai pemangku kepentingan.
Bahtra juga mengungkapkan bahwa saat ini DPR memprioritaskan pembahasan RUU Pemilu sebelum beralih ke pembahasan RUU Pilkada. Langkah tersebut dilakukan agar proses legislasi berjalan lebih fokus dan komprehensif.
“Pimpinan DPR menyampaikan bahwa yang dibahas terlebih dahulu adalah RUU Pemilu. Kita selesaikan satu per satu agar pembahasannya lebih optimal,” jelasnya.
Ia menilai keberhasilan revisi RUU Pemilu tidak hanya diukur dari lahirnya regulasi baru, tetapi juga dari meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemilu dan demokrasi Indonesia ke depan.
“Kita ingin pemilu tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga menghasilkan kualitas demokrasi yang semakin baik,” tuturnya.
Karena itu, Bahtra berharap proses penyusunan RUU Pemilu dapat menghasilkan regulasi yang benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat serta memperkuat sistem demokrasi Indonesia.
“Yang pasti kita ingin menghadirkan RUU Pemilu yang mampu menjawab aspirasi publik dan menjadi fondasi bagi demokrasi yang lebih kuat,” pungkasnya.
Kadet KKRI Perkuat Ketahanan Mental dan Semangat Kebangsaan di Hari Kelima Pendidikan
Gerindra Papua Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Mandala
Gelar Sosialisasi Empat Pilar, Sumail Abdullah Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan
Menhan RI dan Menhan Republik Sudan Perkuat Hubungan Pertahanan melalui Pertemuan Bilateral di Kemhan
Wamenhan Terima Audiensi Chairman Infobank Group
Jangan Cuma Ikut Tren, Annisa Mahesa Bekali Mahasiswa Lawan FOMO Investasi
Kemhan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Momentum Perkuat Akhlakul Karimah Insan Kemhan
Karopeg Setjen Kemhan Pimpin Rakor Agen Perubahan Budaya Kerja ASN BerAKHLAK Tahun 2026
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

