Politik
Bahtra Banong: DPR Prioritaskan Pembahasan RUU Pemilu untuk Perkuat Demokrasi
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan bahwa DPR RI memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Menurutnya, revisi regulasi kepemiluan harus mampu menjawab berbagai kebutuhan penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan hukum.
Bahtra mengatakan, Komisi II DPR RI pada prinsipnya telah siap memasuki pembahasan substansi RUU Pemilu. Namun, sebelum pembahasan dilakukan secara mendalam, DPR masih membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan.
“Terkait pasal-pasal yang akan dibahas, Komisi II pada prinsipnya sudah siap. Namun kami tetap membuka ruang partisipasi publik agar penyusunan RUU ini semakin komprehensif,” ujar Bahtra di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, komitmen DPR adalah menghadirkan regulasi yang tidak hanya menjamin kelancaran pelaksanaan pemilu, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas demokrasi secara keseluruhan.
“Komisi II dan DPR berkomitmen untuk segera melanjutkan pembahasan RUU Pemilu agar dapat menghasilkan regulasi yang lebih baik,” katanya.
Menurut Bahtra, revisi RUU Pemilu juga akan mengakomodasi sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan sistem kepemiluan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah putusan terkait keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan legislatif.
“Termasuk putusan MK mengenai keterwakilan perempuan 30 persen. Menurut kami, itu merupakan langkah yang baik untuk memperkuat partisipasi dan representasi perempuan dalam politik,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh materi dan substansi dalam RUU Pemilu masih akan dibahas secara mendalam bersama berbagai pemangku kepentingan.
Bahtra juga mengungkapkan bahwa saat ini DPR memprioritaskan pembahasan RUU Pemilu sebelum beralih ke pembahasan RUU Pilkada. Langkah tersebut dilakukan agar proses legislasi berjalan lebih fokus dan komprehensif.
“Pimpinan DPR menyampaikan bahwa yang dibahas terlebih dahulu adalah RUU Pemilu. Kita selesaikan satu per satu agar pembahasannya lebih optimal,” jelasnya.
Ia menilai keberhasilan revisi RUU Pemilu tidak hanya diukur dari lahirnya regulasi baru, tetapi juga dari meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemilu dan demokrasi Indonesia ke depan.
“Kita ingin pemilu tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga menghasilkan kualitas demokrasi yang semakin baik,” tuturnya.
Karena itu, Bahtra berharap proses penyusunan RUU Pemilu dapat menghasilkan regulasi yang benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat serta memperkuat sistem demokrasi Indonesia.
“Yang pasti kita ingin menghadirkan RUU Pemilu yang mampu menjawab aspirasi publik dan menjadi fondasi bagi demokrasi yang lebih kuat,” pungkasnya.
Wakili Menhan RI, Irjen Kemhan Hadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya
Obon Tabroni Minta Data BPJS Kesehatan Dicocokkan dengan Kondisi Riil di Daerah
Obon Tabroni Desak BGN Percepat Pembangunan Dapur MBG di Luar Jawa
Putih Sari Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Peserta
Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Cadangan BBM demi Wujudkan Swasembada Energi
Martin Tumbelaka Dorong Penguatan Pengawasan Internal Penegak Hukum
Titiek Soeharto: Tambang Emas Harus Hadirkan Kesejahteraan bagi Masyarakat Banyuwangi
Danang Wicaksana Tegaskan DPR Akan Awasi Layanan Penyeberangan 3T di NTT
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

