Connect with us

Politik

BAKN Soroti Temuan BPK terkait Potensi Kesalahan Penyajian Laporan KUR BRI

Published

on

BAKN Soroti Temuan BPK terkait Potensi Kesalahan Penyajian Laporan KUR BRI

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). Kunjungan ini dalam rangka untuk mendalami tindak lanjut atas temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait tata kelola Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam kesempatan itu, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat kerja sebelumnya antara BAKN dan BRI yang masih menunggu hasil riviu independen sebagaimana dimandatkan oleh BPK RI.

“Pertemuan hari ini adalah sebagai tindak lanjut dari rapat kerja antara PT BRI dan BAKN. Intinya adalah waktu itu kita menunggu hasil riviu independen yang dimandatkan oleh BPK kepada BRI,” ujar Andreas Eddy dalam pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan, tata kelola KUR melibatkan ekosistem lintas kementerian dan lembaga dalam jumlah besar. Maka dari itu, ia menilai, penanganan mengenai KUR ini perlu dilakukan secara bertahap.

“Untuk tata kelola KUR ini memang masalahnya melibatkan ekosistem yang melibatkan kementerian/lembaga, sekarang ini total 28 (kementerian/lembaga yang terlibat),” katanya.

Advertisement

Namun demikian, Andreas menegaskan bahwa fokus pertemuan kali ini berfokus pada kewajiban tindak lanjut yang harus diselesaikan oleh BRI, khususnya terkait temuan BPK mengenai potensi kesalahan penyajian laporan keuangan.

“Yang saat ini kita fokuskan itu di dalam penyelesaian tentang tindak lanjut yang harus dilakukan BRI, khususnya waktu itu tentang potensi kemungkinan adanya overstated maupun understated dalam laporan keuangan,” ucap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Menurut Andreas, penyelesaian temuan tersebut bersifat mendesak karena berkaitan dengan keandalan laporan keuangan yang menjadi dasar pengawasan BPK. Ia menyebut hasil riviu independen baru dapat disampaikan setelah jeda akhir tahun.

“Waktu kita rapat kerja kemarin BRI menunggu hasil riviu, sehingga baru sekarang dilakukan. Ini yang harus kita selesaikan,” ujarnya.

Adapun untuk pendalaman terkait tata kelola KUR secara menyeluruh, akan dilakukan pada tahap berikutnya. Ia menilai, aspek kebijakan di tingkat hulu perlu keterlibatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Advertisement

“Itu perlu mulai dari hulu sampai hilirnya diurai. Karena di situ adalah hulunya, kebijakan dibuatnya,” kata Andreas.

Ia menambahkan, tata kelola KUR menjadi perhatian bagi BAKN karena besarnya subsidi yang diberikan pemerintah. Apalagi, kehadiran KUR menurutnya belum berdampak optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemudahan akses bagi masyarakat.

“Subsidinya besar, tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan juga ternyata kok yang ada itu temuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pengawasan yang diberikan BAKN DPR RI. Ia berharap paparan yang disampaikan BRI dapat memberikan kejelasan terkait isu yang dibahas.

“Kami berharap pemamparan ini dapat memberikan informasi yang jelas lengkap dan clear mengenai hal-hal yang kita bicarakan pagi ini,” ujar Hery Gunardi.

Advertisement

Sebagai informasi, BPK RI dalam hasil pemeriksaannya mencatat sejumlah temuan terkait penyaluran KUR oleh BRI, antara lain potensi overstatement pendapatan subsidi bunga KUR, potensi overstatement reversal Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), serta indikasi pengelolaan KUR yang belum sepenuhnya menerapkan prinsip kehati-hatian.

Melalui kunjungan kerja ini, BAKN DPR RI menargetkan pendalaman terhadap tindak lanjut temuan tersebut guna memastikan perbaikan telah dilaksanakan serta meminimalkan risiko fiskal dan operasional ke depan.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...