Connect with us

Politik

DPRD Kota Bogor Perkuat Raperda Perlindungan Perempuan dengan Layanan Terpadu dan Pendekatan Holistik

Published

on

BOGOR (22 Maret): DPRD Kota Bogor tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dengan pendekatan holistik.

Raperda ini tidak hanya bertujuan untuk menangani kekerasan terhadap perempuan tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perlindungan dan Perberdayaan Perempuan DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani (DPS) mengatakan, Raperda dirancang sebagai instrumen hukum yang menyeluruh, mengintegrasikan aspek teknis, layanan korban, dan pemberdayaan multidimensi.

“Perempuan dan anak adalah kelompok rentan. Agar bisa menjadi perempuan hebat, tangguh, dan penuh kasih, maka dalam Raperda ini juga kita memerlukan data perempuan yang tergolong rentan. Kita memerlukan data terpilah perempuan yang tergolong rentan agar intervensi kebijakan tepat sasaran,” kata DPS kepada partainasdem.id, Sabtu (22/3/2025).

Raperda ini, kata DPS, tidak hanya sejalan dengan UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah tetapi juga harus mengikat secara kebijakan lokal, termasuk mengatur peran kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lembaga pemasyarakatan, meski masing-masing memiliki kewenangan tersendiri.

Advertisement

“Dengan demikian sinergi antarinstansi akan lebih kuat,” kata dia.

Salah satu fokus penyempurnaan Raperda adalah penguatan dan penyempurnaan layanan terpadu bagi korban kekerasan. DPS menyoroti pentingnya one-stop service yang menyediakan akses psikologis, medis, hukum, dan rehabilitasi sosial di satu lokasi dengan koordinasi antarinstansi.

“Layanan ini harus diperkuat dengan rencana daerah lima tahunan dan tahunan agar berkelanjutan. Selain itu, keberadaan rumah aman (safe house) wajib dijamin sebagai tempat perlindungan bagi korban,” tegas DPS.

Pansus juga menekankan perlunya mempertegas peran Perkumpulan Organisasi Wanita (POW) dalam Raperda ini yang diharapkan bisa menjadi mitra aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Kota Bogor.

“POW adalah ujung tombak pemberdayaan di tingkat akar rumput. Mereka harus dilibatkan secara formal, baik dalam edukasi pencegahan kekerasan maupun penguatan UMKM perempuan melalui pelatihan dan akses permodalan,” jelas DPS.

Advertisement

Lebih lanjut, Raperda dirancang dengan pendekatan multidimensi yang mencakup aspek religi, profesi, politik, sosial, ekonomi, dan seni-budaya. Di bidang hukum, perlindungan korban dan penegakan regulasi menjadi prioritas, sementara itu aspek agama dan budaya diintegrasikan untuk menghapus stigma negatif terhadap perempuan.

“Di sektor politik, kami mendorong peningkatan kuota keterwakilan perempuan di lembaga publik. Sementara itu di ekonomi, pelatihan kewirausahaan dan penguatan UMKM perempuan harus menjadi program unggulan,” paparnya.

Mekanisme pengawasan dalam Raperda juga disesuaikan agar melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, lembaga pemerintah, masyarakat, dan organisasi perempuan. DPS menegaskan, keberhasilan Raperda bergantung pada implementasi yang terukur.

“Kami berharap semua pihak terus bersinergi, tidak hanya dalam penyusunan, tetapi juga pelaksanaan di lapangan. Dengan pendekatan holistik ini, Raperda diharapkan menjadi landasan efektif untuk menciptakan perlindungan dan kesetaraan bagi perempuan Bogor,” tutupnya.

(WH/AS)

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...