Connect with us

Politik

Shadiq Pasadigoe Usulkan Penghapusan SKCK Dilakukan Bertahap dan Selektif

Published

on

PADANG (9 April): Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, M Shadiq Pasadigoe, menegaskan dukungannya terhadap wacana evaluasi dan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai syarat administrasi dalam rekrutmen dan layanan publik. Ia menegaskan bahwa kebijakan negara harus berlandaskan prinsip keadilan dan tidak boleh menjadi alat diskriminatif.

“SKCK sering kali menjadi tembok penghalang bagi saudara-saudara kita yang ingin memperbaiki hidup, terutama mereka yang telah menjalani hukuman dan ingin kembali ke masyarakat secara terhormat,” ungkap Shadiq di Padang, Sumatra Barat, Rabu (9/4/2025).

Legislator NasDem dari Dapil Sumatra Barat I (Kabupaten Dhamasraya, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, Kota Padang, Padang Panjang, Sawah Lunto, dan Kota Solok) itu menegaskan, SKCK lebih banyak bersifat formalitas dan tidak selalu mencerminkan integritas atau rekam moral seseorang.

Ia menambahkan bahwa dalam era digital, verifikasi data dapat dilakukan secara terintegrasi antarlembaga tanpa membebani masyarakat dengan dokumen tambahan.

“Kalau tujuannya untuk menjamin keamanan, kita sudah punya sistem kependudukan dan data kriminal nasional. Jadi kenapa masyarakat harus mengurus ulang dokumen yang sebetulnya bisa dicek secara sistem?” tegasnya.

Advertisement

Shadiq juga menggarisbawahi pentingnya memberikan kesempatan kedua kepada mantan narapidana, sejalan dengan semangat restorative justice.

“Negara jangan ikut-ikutan menghukum dua kali. Setelah mereka selesai menjalani hukuman, harusnya negara hadir untuk membantu, bukan membatasi,” tukasnya.

Wacana penghapusan SKCK juga mendapat dukungan dari Ketua Komisi III DPR RI, Willy Aditya. Ia menyebut SKCK sering kali menjadi alat diskriminatif dan tidak efektif sebagai tolok ukur moralitas pelamar kerja atau peserta seleksi CPNS.

Meski demikian, Shadiq kembali menegaskan bahwa penghapusan SKCK harus dilakukan secara bertahap dan selektif. Ini merupakan salah satu komitmen dalam mendorong kebijakan publik yang inklusif, adil, dan berpihak pada pemulihan hak-hak warga negara tanpa diskriminasi.

“Untuk profesi-profesi strategis seperti TNI, Polri, atau pengajar, saya kira tetap perlu ada verifikasi ketat. Tapi tidak semua warga harus dibebani persyaratan yang tidak relevan,” pungkasnya.

Advertisement

(Malin/*)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...