Politik
Sugiat Santoso Ingatkan Percepat Sinkronisasi Data K/L Pemulihan Korban HAM Berat
Published
6 bulan agoon
Komisi XIII DPR RI berkomitmen mendorong percepatan pemenuhan hak korban pelanggaran HAM berat masa lalu. Fokus utama dalam upaya tersebut adalah pentingnya sinkronisasi data antar kementerian dan lembaga sebagai langkah awal percepatan pemulihan korban.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan HAM berat tidak boleh terus berlarut dan harus segera diwujudkan dalam langkah konkret.
“Seluruh pekerjaan rumah masa lalu terkait kompensasi dan pemulihan hak korban harus kita tuntaskan dalam waktu secepat-cepatnya, agar tidak menjadi beban yang terus berulang,” ujar Sugiat dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2026).
Legislator Gerindra itu menekankan, keberhasilan rapat di DPR tidak cukup diukur dari intensitas diskusi, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan langsung oleh korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat. Karena itu, seluruh pihak pemerintah diminta memastikan hasil pembahasan benar-benar implementatif.
Dalam forum tersebut, Komisi XIII DPR RI juga menyoroti persoalan mendasar berupa belum sinkronnya data korban antar lembaga. Perbedaan angka yang cukup signifikan mulai dari sekitar 8.000 data versi Komnas HAM, 7.000 data kementerian, hingga 5.000 data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dinilai menjadi hambatan utama dalam percepatan penyaluran kompensasi.
Sementara itu, realisasi program pemulihan seperti pemberian Kartu Indonesia Sehat prioritas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru menjangkau sekitar 726 penerima, jauh dari total estimasi korban yang ada.
“Itu kan masih jauh panggang dari api. Oleh karena itu, kami minta kementerian teknis untuk bekerja lebih progresif agar data ini sinkron apakah 8.000, 7.000, atau 5.000 yang penting valid. Dari data inilah kita bisa menuntaskan tanggung jawab negara kepada korban pelanggaran HAM berat masa lalu,” tegas Sugiat.
Komisi XIII DPR RI pun memberikan batas waktu hingga Juni 2026 kepada mitra kerja pemerintah untuk menyelesaikan sinkronisasi data tersebut. Data yang telah tervalidasi diharapkan menjadi dasar percepatan program kompensasi dan pemulihan secara menyeluruh.
Menurut Sugiat, dengan dukungan data yang akurat, korban pelanggaran HAM berat yang selama ini belum tersentuh dapat menjadi prioritas dalam berbagai program pemerintah, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.
“Saya berkali-kali meminta data kepada mitra, namun belum juga diperoleh. Saya harap sinkronisasi data selesai pada Juni, tidak ada lagi perbedaan, dan bisa diserahkan ke DPR untuk pengawasan serta percepatan kompensasi dan pemulihan korban,” pungkasnya.
Respons Kekeringan, Dyah Firrizqi Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih
Tinjau Yonif TP 337/Sutajaya di Cirebon, Menhan Sjafrie Tegaskan Peran Strategis Yonif TP dalam Sishankamrata
Menhan Sjafrie Tinjau Marshalling Area Yonif TP 331/Sanca Manggala: Kemampuan Menembak, Bela Diri dan Patroli adalah Kewajiban Prajurit
Andre Rosiade Kirim Alat Berat Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok
Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Prancis untuk Indonesia
Rahayu Saraswati Dorong Regulasi Adaptif Era Digital dan Berpihak pada UMKM
Bambang Haryo: Pengangkutan Kendaraan Listrik di Laut Harus Punya Mitigasi Risiko yang Jelas
Andi Iwan Aras Minta Mitigasi Krisis Air Makassar Diperkuat Hadapi El Nino
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

