Connect with us

Daerah

Temui Quraish Shihab dan Nasarudin Umar, Jokowi bicara soal Moderasi Islam

Published

on

Tangerang Selatan – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi dengan ulama sekaligus cendekiawan muslim Quraish Shihab sekaligus bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar. Silaturahmi tersebut berlangsung di Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al-Quran, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (25/12019).

Tiba pada pukul 08.40 WIB, Kepala Negara dan Ibu Iriana disambut langsung oleh Quraish Shihab beserta istri, Fatmawati Assegaf, dan keluarga. Presiden tampak hadir dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang berpeci hitam. Sementara Ibu Iriana mengenakan pakaian putih dengan kerudung senada.

Usai mengucapkan salam dan bersalam-salaman dengan anggota keluarga yang hadir, Jokowi yang duduk berdekatan dengan Quraish Shihab kemudian melakukan perbincangan hangat.

“Alhamdulillah saya bisa berkunjung dan bertemu dengan Bapak Quraish Shihab dan Bapak Nasaruddin (imam besar Istiqlal) di Pusat Studi Quran di Tangerang Selatan ini. Banyak tadi yang kita perbincangkan, tetapi intinya tadi mengenai moderasi Islam, Islam yang moderat, wasatiyyah Islam,” katanya.

Jokowi mengaku mendapatkan masukan dari Quraish Shihab yang semuanya telah dicatat olehnya dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut.

Advertisement

Terkait pembicaraan tersebut, Quraish Shihab menjelaskan bahwa materi seputar Islam yang moderat dan isu-isu kontemporer merupakan hal yang memang menjadi fokus perhatian institusi yang didirikannya, Pusat Studi Quran (PSQ).

Moderasi Islam dalam pandangan Quraish Shihab merupakan syarat wajib bagi masyarakat Indonesia mengingat betapa beragamnya Indonesia, saling menghormati antarsesama adalah esensi agama.

Selain itu, Quraish Shihab juga menyampaikan program PSQ yang sudah berlangsung lebih dari 15 tahun di berbagai daerah dengan ribuan alumni yang saat ini berdakwah dan melakukan pengabdian masyarakat di penjuru Nusantara.

“Dan itu alhamdulillah disambut dengan penuh perhatian oleh Bapak Presiden. Jadi saya kira itu sebabnya. Dunia sekarang membutuhkan moderasi, bukan kekerasan,” tuturnya.

Untuk diketahui, selain bersilaturahmi dengan Quraish Shihab beserta keluarga, Presiden Joko Widodo juga menemui sejumlah pengurus Pondok Pesantren Bayt Al-Quran.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...