Pemerintahan
Tinjau Dampak Banjir dan Longsor, Wapres Sebut Pemerintah Pusat Siap Percepat Pemulihan dan Pembangunan Infrastruktur Aceh Singkil
Published
9 bulan agoon
By
Galih
Usai meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melanjutkan rangkaian peninjauan lapangan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Kamis (04/12/2025). Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Desember 2025 menyebutkan, di kabupaten ini terdapat 5.286 KK yang mengungsi dari 21.143 jiwa terdampak banjir dan longsor.
Agenda ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana alam dan mempercepat proses pemulihan.
Dari Lapangan PTPN Batang Toru, Tapanuli Selatan, Wapres dan rombongan lepas landas menuju Kabupaten Aceh Singkil menggunakan Helikopter VVIP Kepresidenan Super Puma.
Di lokasi tersebut, Wapres didampingi Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto serta Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon.
Dalam peninjauan ini, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk pendataan kerusakan, penyediaan logistik, dan penyiapan rencana pemulihan jangka panjang. Wapres juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT BSI dan PT Pupuk Indonesia (Persero), yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf kepada Bupati Aceh Singkil.
Wapres menyambut baik langkah cepat BUMN dan menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha merupakan bagian penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga terdampak, sekaligus memperkuat dukungan logistik bagi mereka yang masih membutuhkan.
Usai peninjauan banjir, Wapres melanjutkan perjalanan ke Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, untuk meninjau kondisi jembatan yang terdampak bencana. Di tempat ini, Wapres melakukan evaluasi kondisi infrastruktur serta mendengar laporan teknis dari pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.
“Kejadian kebencanaan akibat intensitas hujan yang tinggi ekstrem. Jadi di sini tidak pernah begini, menurut sejarah 200 tahun yang lalu ini Pak begini kejadiannya. Inilah jadi banjir dan longsor,” ujarnya.
Menurut Safriadi, dalam upaya penanganan bencana, pemerintah daerah bersama TNI–Polri bekerja tanpa henti membuka akses jalan, menyalurkan bantuan, serta memperbaiki infrastruktur terdampak. Sejumlah kebutuhan mendesak juga menjadi perhatian, termasuk penambahan perahu karet, pemulihan jaringan air bersih, logistik darurat, dan percepatan pembangunan tanggul yang terbukti melindungi desa dari banjir sebelumnya.
“Kami luar biasa Pak di sini. Alhamdulillah kompak sekali Pak Dandim, Pak Kaporles, dan anggota seluruhnya bekerja, malam hari pun bekerja untuk bagaimana membuat jalan alternatif,” ungkapnya.
Pada kesempatan terpisah Safriadi menjealskan bahwa berbagai akses utama sempat terputus akibat kerusakan jembatan dan jalan, sehingga distribusi logistik harus dilakukan dengan sampan karet dan perahu motor. Ia juga menyampaikan permohonan agar pemerintah pusat melanjutkan pembangunan tanggul pengaman banjir serta perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan dan akses menuju daerah terdampak longsor. Menurutnya, kawasan tersebut rentan banjir tahunan akibat penurunan permukaan tanah pascagempa Aceh–Nias.
Safriadi juga menyambut baik arahan Wapres yang memastikan pemerintah pusat akan mendukung percepatan pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih atas kedatangan Pak Wapres yang datang langsung melihat kondisi masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan membantu, dan kami diminta menyiapkan rincian kerusakan dan kebutuhan secara lengkap untuk dibawa ke Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat penting bagi percepatan pemulihan.
“Harapan kami, Aceh Singkil dapat segera pulih. Kami sampaikan ke Pak Wapres, yang paling mendesak saat ini adalah air bersih, logistik, perbaikan akses, dan kelanjutan pembangunan tanggul. Mudah-mudahan bantuan segera terealisasi,” imbuhnya.
Setelah seluruh agenda lapangan selesai, Wapres kembali bergerak menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri untuk bertolak ke Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara. Di lokasi tersebut, Wapres meninjau gudang logistik di kawasan lanud Soewondo untuk memastikan kesiapan bantuan bagi daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera bagian utara.
Aceh Singkil, 4 Desember 2025
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden
You may like
-
Kemhan Perkuat Nilai Dasar Bela Negara Kepada Peserta KKRI, Bentuk Generasi Menuju Indonesia Emas
-
Kemhan RI Gelar Retret Protestan 2026, Momentum Bertumbuh Dalam Iman, Berkarya Dengan Integritas dan Melayani Dengan Kasih
-
Tinjau Huntap Pascabencana di Sumut, Wapres Pastikan Fasilitas Dasar dan Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
Kemhan Perkuat Nilai Dasar Bela Negara Kepada Peserta KKRI, Bentuk Generasi Menuju Indonesia Emas
Kemhan RI Gelar Retret Protestan 2026, Momentum Bertumbuh Dalam Iman, Berkarya Dengan Integritas dan Melayani Dengan Kasih
Tinjau Huntap Pascabencana di Sumut, Wapres Pastikan Fasilitas Dasar dan Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
Menhan RI Terima Duta Besar Negara Qatar, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
Prioritaskan Keselamatan dan Mobilitas Masyarakat, Wapres Minta Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga Rampung Tepat Waktu
Tinjau Huntara di Tapsel, Wapres Minta Maaf kepada Warga dan Pastikan Pembangunan Huntap Dimulai Bulan Ini
Dalam Perjalanan Menuju Sabo Dam, Wapres Temui Warga Terdampak Yang Menyampaikan Aspirasi di Pinggir Jalan
Wapres Dorong Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

