Connect with us

Politik

Yahya Zaini: Tidak Cukup Sosialisasi, Perlu Ada Kampanye Literasi Stunting

Published

on

Kabarpolitik.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini menyampaikan perlu adanya kampanye literasi stunting secara nasional. Program tersebut diusulkan untuk bisa masuk dalam Peraturan Presiden terkait upaya mempercepat penurunan angka stunting, yang belum diteken sampai saat ini.

Hal tersebut mengingat, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya stunting. Ia memastikan pihaknya mendukung Pemerintah yang menunjuk BKKBN sebagai leading sector dalam rangka percepatan penurunan stunting.

“Masalah stunting ini kan salah satu penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat, ini harus ada solusinya, bagaimana menyadarkan masyarakat ini harus dikampanyekan secara nasional. Saya usul harus ada kampanye literasi stunting, tidak cukup sekedar sosialisasi,” kata Yahya dalam keterangan pers, yang dikutip pada Kamis (8/4/2021).

Politisi Partai Golkar itu menilai, BKKBN harus menjadikan masa-masa sekarang ini sebagai momentum menurunkan stunting sebelum nantinya Perpres resmi ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

“Ini momentum, mumpung ada Perpres yang belum ditandatangani. Kalau tidak masuk dalam Perpres, ini harus dimasukkan, karena saya lihat belum ada. Karena Perpres lebih banyak bicara hubungan koordinasi dan tata kelola, tidak banyak bicara program,” tegas Yahya.

Advertisement

Jika masuk dalam Perpres, Yahya menyarankan perlu adanya kejelasan lebih lanjut terkait akan seperti apa nantinya program literasi, konten, sumber daya manusia, hingga dukungan dananya.

“Harus komprehensif. Salah satu contoh yang berhasil melakukan literasi itu OJK, berhasil sebagai lembaga baru melaksanakan literasi di bidang keuangan, sangat masif dan hasilnya luar biasa. Sebenarnya BKKBN punya pengalaman saat kampanye Keluarga Berencana (KB), tinggal diperbaharui saja,” imbuh Yahya.

Sebelumnya, BKKBN telah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting nasional pada 25 Januari 2021, disertai mandat untuk menurunkan angka stunting 27,9 persen pada 2019.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa Presiden meminta penurunan stunting sampai 14 persen di tahun 2024.

Sementara jika dievaluasi, penurunan yang sudah ada rata-rata per tahun dari 2007 masih sekitar 0,3 persen, maka perlu kerja keras untuk mencapai 14 persen, dengan rata-ratanya per tahunnya 2,7 persen.

Advertisement

“Isu stunting banyak sekali underlying problem-nya, apa-apa yang di balik stunting di antaranya anemia pada ibu hamil, kemudian juga masih banyaknya bayi yang lahir dengan berat badan yang tidak sesuai dari dampak prematur, kemudian juga masih banyaknya pernikahan dini, juga masih banyaknya kehamilan dengan jarak yang kurang sesuai,” jelas Hasto.

Strategi menuju angka 14 persen stunting di tahun 2024 dinilai Kepala BKKBN perlu kerja keras semua pihak. Perlu diketahui bahwa dengan kondisi awal kasus stunting yang mencapai 27 persen, jika dalam waktu setahun terdapat 4,8 juta persalinan, berarti setidaknya ada 1,296 juta stunting per tahun.

Jika pada 2024 total ada 24,35 juta, maka angka maksimal stuntingnya akan mencapai 3,409 juta dengan skema 14 persen.

“Kami akan bekerja keras, terlebih jika nanti sudah ada Perpres dan anggarannya. Kegiatan yang bersifat pencegahan dan penanganan stunting di tingkat bawah juga dilakukan. Mulai dari pendataan keluarga risiko tinggi stunting, kemudian akan dilakukan pendampingan semua keluarga risiko tinggi stunting, selanjutnya penapisan keluarga terhadap penggunaan dan kepemilikan sarana kakus dan air bersih, serta penapisan terhadap sarana rumah sehat,” papar Hasto.

.

Advertisement

rn(GI/KP/fid)rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...