Connect with us

Nasional

Ditjenpas Percepat Kepesertaan Jaminan Kesehatan bagi Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan

Published

on

Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) gelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penetapan Pilot Project Percepatan Kepesertaan Jaminan Kesehatan bagi Tahanan dan Narapidana di Jakarta, Selasa (1/9). Kegiatan yang berlangsung tiga hari hingga Kamis (3/9) di Holiday Inn & Suites Gajah Mada ini juga bahas penguatan layanan penanggulangan Tuberculosis (TBC), HIV, dan Hepatitis di Rumah Tahanan Negara (Rutan), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Acara ini diikuti 79 peserta secara langsung, mulai dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, hingga BPJS Kesehatan, serta jajaran internal Pemasyarakatan yang terdiri dari perwakilan Ditjenpas, Kantor Wilayah (Kanwil), dan Lapas Kelas I se-Indonesia. Kanwil dan Unit Pelaksana Teknis se-Indonesia lainnya turut mengikuti kegiatan secara virtual.

Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Adhayani Lubis, menegaskan pemenuhan hak kesehatan bagi Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan adalah amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. “Pelayanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan harus diselenggarakan secara komprehensif, berkesinambungan, dan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Adhayani, kegiatan ini mengawinkan dua agenda besar, yaitu mempercepat kepesertaan jaminan kesehatan dan memperkuat penanggulangan penyakit menular. Ia meminta seluruh Kantor Wilayah, Rutan, Lapas, dan LPKA yang menjadi lokasi pilot project untuk tuntaskan pemadanan data NIK karena keakuratan data jadi fondasi proses kepesertaan.

Adhayani juga mengingatkan skrining bukan akhir dari pelayanan. Setiap hasil skrining yang menunjukkan indikasi penyakit wajib ditindaklanjuti dengan pemeriksaan diagnostik, rujukan bila diperlukan, pengobatan, hingga pemantauan. “Silakan optimalkan fitur Watkesrehab pada Sistem Database Pemasyarakatan sebagai alat pencatatan dan pelaporan,” pesannya.

Advertisement

Sebelumnyna, Kepala Subdirektorat Rehabilitasi, Hetty Widiastuti, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama Lima Kementerian/Lembaga tentang Penguatan Pelayanan Kesehatan bagi Tahanan dan Warga Binaan yang disepakati pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan 2026. Berbekal rekomendasi Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada Kementerian Sosial, sebanyak 190.186 Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan kini telah ditetapkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Pilot project ini sasar 13 Lapas Kelas I di sembilan Kanwil Ditjenpas dengan fokus utama pada penanggulangan TBC, HIV, dan Hepatitis dengan penyulit yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit. Hetty menyebut semangat ini sejalan dengan kunjungan Menteri Kesehatan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ke Pulau Nusakambangan pada 29 Juni 2026 lalu saat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC dengan Rontgen Dada resmi diluncurkan bagi seluruh Tahanan, Narapidana, Anak Binaan, dan petugas Pemasyarakatan.

“Kami ingin membangun kesadaran untuk lebih sehat dan mencegah penularan TBC dan penyakit menular lainnya di lingkungan Pemasyarakatan, baik di antara sesama penghuni maupun petugas dan keluarganya. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” kata Hetty.

Ditjenpas berharap seluruh Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan yang menjadi bagian dari pilot project dapat sepenuhnya terlindungi sebagai peserta PBI JK sehingga akses layanan kesehatan rujukan tidak lagi terkendala biaya. Ditjenpas juga berharap data hasil CKG dan skrining TBC Rontgen Dada dapat menjadi pijakan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam penanggulangan TBC dan HIV di lingkungan Pemasyarakatan, sejalan dengan target eliminasi nasional pada 2030. Lebih jauh, sinergi lintas kementerian dan lembaga yang terjalin dalam pilot project ini diharapkan jadi fondasi bagi terwujudnya pelayanan kesehatan berkelanjutan bagi seluruh Warga Binaan di Indonesia. (afn)


Artikel ini dipublikasikan pertama kali oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan dapat diakses melalui laman: https://www.ditjenpas.go.id/tanggulangi-penyakit-menular-ditjenpas-percepat-kepesertaan-jaminan-kesehatan-bagi-tahanan-narapidana-dan-anak-binaan 

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...