Politik
Bahtra Banong Ingin Kepala Daerah Tak Lagi Ragu Berinovasi karena Persoalan Regulasi
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, mendorong penyempurnaan regulasi agar pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih luas untuk berinovasi dalam menjalankan program pembangunan. Menurutnya, sejumlah kepala daerah masih ragu mengambil langkah strategis karena khawatir berhadapan dengan persoalan hukum maupun temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hal tersebut disampaikan Bahtra usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Ia menilai, meskipun pemerintah daerah memiliki peluang memanfaatkan berbagai skema pembiayaan alternatif, implementasinya sering terhambat karena belum adanya kepastian regulasi.
“Nanti saat RDP dengan Kemendagri, KemenPAN-RB, dan Kepala BKN akan kita bahas. Aturan-aturan ini memang harus lebih dilonggarkan,” ujar Bahtra.
Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, keberhasilan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto sangat bergantung pada regulasi yang adaptif dan memberikan kepastian bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan.
“Saat Presiden Prabowo ingin programnya lebih tepat sasaran, tentu harus diimbangi dengan regulasi yang pas. Dengan begitu, teman-teman di daerah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, bisa berinovasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan sesuai koridor hukum dan kewenangan yang berlaku.
Herman mengungkapkan, meski berbagai program prioritas nasional telah berjalan dengan baik di Jawa Barat, masih terdapat ruang untuk meningkatkan tata kelola, terutama dalam memperkuat kolaborasi pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang terpenting adalah rakyat sejahtera. Sumber pembiayaan bisa berasal dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, APBN, sektor swasta, maupun swadaya masyarakat. Pembangunan tidak harus selalu bergantung pada APBN,” jelas Herman.
Bahtra berharap penyelarasan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat segera dilakukan sehingga pemerintah daerah memiliki kepastian hukum untuk berinovasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kemhan Perkuat Nilai Dasar Bela Negara Kepada Peserta KKRI, Bentuk Generasi Menuju Indonesia Emas
Kemhan RI Gelar Retret Protestan 2026, Momentum Bertumbuh Dalam Iman, Berkarya Dengan Integritas dan Melayani Dengan Kasih
Tinjau Huntap Pascabencana di Sumut, Wapres Pastikan Fasilitas Dasar dan Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
Menhan RI Terima Duta Besar Negara Qatar, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
Prioritaskan Keselamatan dan Mobilitas Masyarakat, Wapres Minta Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga Rampung Tepat Waktu
Tinjau Huntara di Tapsel, Wapres Minta Maaf kepada Warga dan Pastikan Pembangunan Huntap Dimulai Bulan Ini
Dalam Perjalanan Menuju Sabo Dam, Wapres Temui Warga Terdampak Yang Menyampaikan Aspirasi di Pinggir Jalan
Wapres Dorong Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumut
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

