Connect with us

Pemerintahan

Bertemu Kelompok Tani, Presiden Sampaikan Pentingnya Modernisasi Penggilingan Padi dan Mesin Kemasan

Published

on

Presiden saat bertemu Gapoktan dan Pengusaha Padi se-Jawa Tengah, di Gedung Olahraga (GOR) Diponegoro Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (1/4). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden saat bertemu Gapoktan dan Perpadi se-Jawa Tengah, di GOR Diponegoro Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (1/4). (Foto: Humas/Rahmat)

Ada dua hal yang penting dalam pengolahan padi yakni memodernisasi penggilingan dan juga mesin kemasan.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah, di Gedung Olahraga (GOR) Diponegoro Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (1/4).

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa banyak petani sudah bertahun-tahun menjemur padi baik di jalan maupun pelataran. Untuk itu, menurut Presiden, penting bagi seluruh penggilingan padi ini memiliki dryer.

Kualitasnya turun, lanjut Presiden karena hanya dijemur dan tidak masuk ke dryer. “Ini sudah kita alami bertahun-tahun masa mau kita teruskan. Zaman sudah modern kayak gini. Penggilingan ada dryer-nya,” tambahnya.

Advertisement

Hal kedua yang penting, menurut Presiden, adalah mesin kemasan. “Kalau bisa juga yang namanya di penggilingan padi juga ada mesin kemasannya. Penting sekali,” ujar Presiden.

Keluar dari mesin itu, sambung Presiden, sudah dalam bentuk kemasan-kemasan yang siap dijual atau siap dipakai sendiri.

“Mesin kemasan juga enggak mahal kok, untuk packaging enggak mahal. Jadi semuanya nanti ada tulisan semuanya di Sragen. Misalnya ada merek, diberi merek apa. Dari kecamatan mana diberi merek apa. Mereknya biar muncul, Sragennya biar muncul,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan pentingnya untuk mengubah diri dan meninggalkan pola-pola lama karena jika tidak akan ditinggal oleh negara-negara lain.

“Jangan sampai kita ini kalah, kita ini negara besar. Masak kita kalah dengan tetangga kita urusan ekspor urusan investasi kalah dengan Malaysia, kalah dengan Singapur, kalah dengan Filipina, kalah dengan Thailand, kalah dengan Vietnam,” ujar Presiden seraya menambah jika diam saja mungkin akan bisa kalah dengan Laos dan Kamboja.

Advertisement

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan penduduk 269 juta jiwa. Indonesia juga, menurut Presiden, dianugerahi oleh Allah dengan beragam perbedaan seperti suku, agama, adat, tradisi, dan budaya.

Untuk itu, Presiden minta untuk tetap terus menjaga dan merawat persatuan. “Menjaga dan merawat kerukunan kita. Menjaga dan merawat persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tuturnya.

Kepala Negara juga menyampaikan nanti setelah tanggal 17 April ingin mengajak Perpadi, dan Gapoktan ke istana.

“Berbicara dengan bulog, berbicara dengan bank, khusus masalah padi, beras, pupuk, mesin pengering, mesin penggilingan, mesin packaging, khusus. Sehingga betul-betul kita berubah semuanya,” pungkasnya.

Selain Ibu Negara Iriana, turut mendampingi Presiden dalam acara kali ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (RSF/EN)

Advertisement

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...