Connect with us

Politik

Khilmi Kritik Implementasi Lemah UU Perlindungan Konsumen

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI, Khilmi, menilai bahwa Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang berlaku saat ini masih lemah dalam implementasi di lapangan. Menurutnya, UU ini lebih fokus pada penyelesaian sengketa setelah terjadi kerugian, alih-alih mencegah persoalan sejak awal. Padahal, perlindungan seharusnya sudah aktif sebelum barang beredar ke masyarakat.

“Kita ini baru ribut kalau sudah ada korban. Padahal perlindungan di awal, sebelum barang dijual, justru belum diatur kuat,” ujar Khilmi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Perlindungan Konsumen bersama KADIN, IDI, MDP, serta perwakilan Fakultas Hukum UI dan Trisakti di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (16/7/2025).

Ia mencontohkan kasus peredaran krim kecantikan palsu yang baru terungkap setelah banyak korban mengalami kerusakan kulit. Ada juga laporan anak-anak berusia 8 hingga 11 tahun yang harus menjalani cuci darah, diduga akibat konsumsi produk yang tak lolos uji kelayakan.

“Ini akibat barang yang beredar tanpa riset yang benar. Harusnya dari awal sudah jelas aman atau tidaknya,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Khilmi mendorong agar revisi UU Perlindungan Konsumen nantinya memberi perhatian lebih pada kewajiban verifikasi dan sertifikasi produk sebelum beredar di pasar.

Advertisement

“Saya ingin revisi UU ini fokus dulu pada pengaturan sebelum barang dijual. Supaya kalau ada masalah hukum, konsumen bisa punya posisi yang kuat untuk menuntut,” jelasnya.

Ia juga menyinggung masuknya mobil listrik asal Tiongkok ke Indonesia, padahal pabriknya sudah bangkrut di negara asal. Menurutnya, jika kendaraan tersebut rusak dan suku cadang tak tersedia, konsumen Indonesia yang bakal dirugikan.

“Siapa yang tanggung jawab nanti? Jangan sampai konsumen kita yang jadi korban lagi,” tegas Khilmi.

Politisi Fraksi Gerindra ini berharap, masukan dari para narasumber dalam forum tersebut bisa memperkuat substansi revisi UU. Ia menekankan, perlindungan konsumen yang kuat bukan hanya soal hak pembeli, tapi juga penting untuk menjaga kesehatan pasar dan kredibilitas industri nasional ke depan.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...