Connect with us

Politik

Yan Mandenas Soroti Efisiensi Anggaran dan Tantangan Pembangunan di Papua

Published

on

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Gerindra, Yan Permenas Mandenas, melakukan kunjungan kerja ke Biak, Papua, Selasa (24/6/2025). Kunjungan ini bertujuan membahas sejumlah isu penting, khususnya terkait efisiensi anggaran dan arah pembangunan di wilayah Papua.

Dalam pertemuan tersebut, Mandenas menyoroti tantangan anggaran pemerintah yang semakin terbatas pasca pandemi COVID-19. Meski begitu, ia berharap pelayanan publik dan pembangunan di Papua tetap dapat berjalan optimal.

“Walaupun pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran, beberapa sektor seperti Kementerian Sosial, Pendidikan, dan Kesehatan tetap menjadi prioritas. Anggarannya stabil dan tidak terkena pemotongan, karena sektor-sektor ini bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelas Mandenas.

Ia mengungkapkan, dari total APBN sekitar Rp3.000 triliun per tahun, hanya sekitar Rp750 triliun yang tersisa setelah efisiensi. Namun, sekitar Rp2.250 triliun tetap digunakan untuk pelayanan publik. “Banyak belanja barang dan modal yang tidak bisa terealisasi, tapi pelayanan rutin tetap berjalan,” ujarnya.

Mandenas juga menyoroti persoalan korupsi yang masih marak di berbagai kementerian dan lembaga negara. Ia mencontohkan kasus pengadaan laptop di Kementerian Pendidikan sebagai bentuk penyimpangan yang harus segera ditindak.

Advertisement

“Tantangan utama kita saat ini adalah menertibkan praktik korupsi di kementerian dan lembaga. Kami berharap pengguna anggaran ke depan bisa lebih tertib dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mengajak Kejaksaan Negeri (Kajari) untuk memperketat pengawasan terhadap pengelolaan anggaran, serta mendorong DPRK untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara aktif.

“Kajari jangan ragu menindak pengelolaan anggaran yang belum maksimal. Pengawasan DPRK juga harus berjalan baik agar pembangunan benar-benar memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat dan perputaran ekonomi daerah,” tambahnya.

Terkait pembangunan infrastruktur, Mandenas mengakui akan ada keterlambatan dalam dua tahun ke depan akibat pengurangan anggaran di sektor tersebut. Namun, menurutnya, ini adalah bagian dari kebijakan efisiensi untuk mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.

“Pengurangan anggaran infrastruktur ini akan dialihkan untuk mendukung hilirisasi industri dan sektor-sektor strategis lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...